Senin, Juli 19, 2010

Habis 20 Tahun Milik Saya

Habis 20 tahun saya lewati. Ya, ini bukan waktu yang singkat, ini adalah waktu panjang. Bukan sekedar mejalani hidup tapi memaknainya dengan baik. Dengan gelombang pasang-surut hidup, setidaknya saya tau hidup itu tak selalu indah dan tak selalu buruk. Tak mungkin selamanya saya bersedih, karena setelah saya lewati, saya pasti akan menemukan cerah setelah suram, begitu seterusnya. Tapi entah sampai kapan saya melewatinya, karena akan tiba nanti masa habisnya.

Kesempatan tak pernah datang kedua kalinya. Saya pikir kesempatan yang datang kedua kalinya itu adalah kesempatan lain dengan probabilitas yang berbeda. Sesal rasanya saya melewati 20 tahun ini dengan melewatkan banyak kesempatan. Tanpa saya sadari saya harus membagi beberapa kemungkinan dengan kesempatan yang baru. Saya tak cukup cerdas dengan ini, tapi saya cukup menyadarinya. Saya harus banyak belajar untuk mempergunakan kesempatan yang ada untuk meraih sesuatu. Saya tak harus lebih sering menyesal, air mata saya akan segera habis.

The wish! Saya hanya seorang pemimpi. Saya manusia lemah dan tak sabar untuk menjadi kuat. Saya bukan hidup kekurangan, tapi rasanya bukan anak miskin saja yang punya banyak mimpi. Kalau di televisi banyak mengangkat betapa anak miskin dapat sekolah di negara-negara besar, tapi cukup banyak yang membuktikan bahwa orang yang berkecukupan bukan bukan orang penghambur harta orang tua, temasuk saya. Dengan keadaan cukup seperti ini, saya pikir perlu juga saya mendapat “pengakuan” agar ada instansi yang bersedia membiayai sekolah saya. Artinya simple, saya ingin beasiswa untuk sekolah di luar negri. Keadaan saat ini sangat mendesak, index prestasi yang biasa saja apa saya mampu? Rasanya malu kalau berbagi ini pada teman-teman. Saya bukan siapa-siapa. Bukan mahasiswa hebat yang selalu mendapat A di setiap mata kuliah. Dan lagi-lagi saya mengharap kesempatan satu, kesempatan kedua dan sterusnya itu datang pada saya sampai saya mendapatkannya.

Kesempatan itu ada, kesempatan itu selalu ada!

Sulit menyadarinya, saya benar-benar telah 20 tahun. Saya gamang dengan apa saja yang telah saya lakukan. Baik atau buruk. Saya mungkin belum banyak bersyukur, bersujud atas nafas ini. Belum setiap helaan nafas ini saya serahkan utuh pada-Nya. Saya masih sering berharap pada sesuatu yang tak memiliki kuasa. Saya terlalu lemah, bahkan naif untuk mengakuinya. Saya percaya sekaligus yakin Tuhan itu bukan pemarah, tapi mungkin yang sering saya perbuat selalu membuat-Nya murka. Saya cemas terlebih saya tak sanggup membayangkannya. Saya lemah, tapi saya mau berusaha. Bukan untuk apa-apa, karena Tuhan tak butuh itu. Tapi karena saya (manusia) butuh uluran tangan-Nya yang penuh kasih sayang. Saya terus mencoba mencintai-Nya lebih dari apapun. Dan terus bersyukur atas kesempatan-Nya yang tak pernah terduga. Hal ini yang paling ajaib.

Dua puluh tahun terasa sangat singkat. Saya tak pernah ingat bagaimana beliau mengandung saya dengan susah payah, saya benar-benar tak pernah mengingatnya. Dia ibuku. Ibuku orang baik, ia begitu kuat tapi juga begitu lemah, mungkin karna beliau wanita. Saya tak pernah berani menyentaknya sekalipun ia yang salah. Saya ingat kata-katanya bahwa mengandung itu sulit. Saya mengahargainya. Belum lagi, berkali-kali ia berkorban untuk saya, air matanya, peluhnya, juga jiwanya. Sungai tak bermuara dari sudut matanya yang tak pernah berhenti mengalir untuk saya. Saya pernah melihat air mata itu sesekali, walaupun kali ini tidak pernah lagi, tapi saya tau air mata itu tak pernah kering untuk saya. Saya sungguh mencintainya.

Juga untuk pahlawan jiwa saya, seorang bapak berhati lembut (seperti perempuan) walau tangannya tak selembut itu dan wajahnya penuh guratan kasar. Kata-katanya sering bernada tinggi, saya kadang tak mampu membendung air mata saya agar tak tumpah karena terpukul. Tapi selama ini, ia yang selalu berada paling depan saat saya terjatuh untuk memberi semangat agar saya bangkit. Ia pula yang selalu siap siaga menahan saya agar saya tak terjatuh lagi. Pukulannya selalu menykiti saya, tapi membuat saya begitu sadar bagaimana menyikapi hidup. Dia itu bapak saya, beberapa orang setuju bahwa ia memang inspirasi hidup saya.

Tak ada tanda terimakasih untuk mereka, tapi saya sadar doa dari seorang anak yang sholeh akan menerangi kuburnya kelak. Bukan hanya itu, saya selalu berdoa agar anak-anaknya berlaku sebagai pelipur laranya semasa mereka di dunia.
Dua puluh tahun saya saat ini, saya akan berbuat banyak untuk orang lain. Saya ingin hidup untuk membahagiakan orang lain, saya pikir itu cukup mulia dan sayapun menikmatinya.

Bandung penuh sesak dingin rintik hujan,
19 Juli 2010 pukul 21:20

Ini Cerita Perjalanan Kami :)


Beberapa hari yang lalu, Kaka (teman 1) nagih janji jalan-jalan ke dago pakar pada Alita (teman 2) dan mendadak sepakat akan melakukan perjalanan ke maribaya lewat dago pakar besok harinya (planning hari jumat, ngajak jalan hari sabtu). Saya ujug-ujug ditodong suruh ikut dan tanpa pikir panjang lagi saya setuju (saya bukan orang sok sibuk gitu loh XD)

Harus saya akui, jalan-jalan itu, massa yang banyak. Alesannya ya biar rame, Agak sanksi kalo perjalan kali ini akan menyenangkan, mengingat akan hanya ada tiga orang dalam perjalanan ini. Bahkan saya pikir akan jadi garing.

Berawal dari terminal dago (kali ini saya terlambat kumpul), kami sapakat mengawali perjalanan ini dengan berjalan kaki saja menuju gerbang dago pakar. Sampai di gerbang dago pakar, saya terpaksa membuang jauh-jauh kesanksian saya kalo perjalanan ini bakalan garing. Ternyata rumpian-rumpian segar ala perempuan selama perjalanan menuju gerbang tadi jadi bumbu-bumbu sedap mengisi perjalanan. Cerita kami yang sebenarnya dimulai dansemakin seru :DD

Ala perempuan! Sambil ngos-ngosan berjalan di trek penuh tanjakan, banyak hal yang bisa kita bagi. Mulai cerita tentang laki-laki, gosip dan semuanya yang sekiranya bisa kita bagi. Perjalanan semakin hidup, makin matap kami menapaki trek licin.

Ngga lengkap kayanya jalan-jalan ke dago pakar tanpa singgah ke goa jepang yang terkenal itu. Ngga bermodal apa-apa dengan sotoy nya kami masuk ke goa gelap gulita. Jujur saya takut, bukan takut dengan penunggu goa, tapi takut ngga bisa pulang XDD Mungkin inilah modal kami, sok kenal sok deket. Sepasang sejoli, asik-asikan menikmati gelapnya goa, sambil pegangan tnagan mesra, terpaksa kita ikutin supaya dapat cahaya dari senter yang mereka bawa. Mungkin risih diikutin tiga orang culun, akhirnya mereka meminjamkan salah satu senter milik mereka. Serasa ketiban rejeki, tapi ini sangat memalukan. Melihat ada setitik cahaya dari pintu keluar, kami menyudahi petualangan dodol dalam goa jepang :)

Habis rasanya energi yang kami punya. Modal sebotol aqua juga snack pemberian Alita, kayanya memang perlu kami mengisis energi lebih. Nongkrong di warung di tengah-tengah hutan. Rasanya gorengan itu makanan paling pas untuk mengisi energi. Gorengan, lontong, aqua, dan masih dengan gosip-gosip hangat menyelimuti istirahat kita kali ini.

Puas ngisi perut, waktunya melanjutkan perjalanan. Saya tak yakin bisa sampai maribaya. Menurut cerita jarak dago pakar sampai maribaya cukup jauh, tapi maribaya tetap tujuan awal, kita memang harus melewatinya. Sempat bercengkrama dengan curug ciomas akhirnya kita samapi di tujuan. MARIBAYA! Girang sekali rasanya, perjalanan panjang kita terbayar. Melepas lelah dipinggir sungai, membiarkan kaki-kaki kami terendam dinginnya air sungai (saya ga tau apa nama sungainya).

Habatnya (ya, menurut saya ini hebat), setelah beristirahat, memanjakan kaki dan sholat, kami kembali ke dago pakar dengan berjalan kaki lagi O.o Bukan main-main, kami mengahbiskan waktu setidaknya 8 jam dalam perjalanan ini. Awalnya kaki terasa aman-aman saja, tapi begitu keluar gerbang dago pakar, baru lah terasa nyut-nyut di kaki. Siap-siap calling tukang urut! :DD

Sepertinya acara-acara seperti ini wajib diteruskan bahkan dijadikan hobi. Lalu akan kemana lagi kita?? X)

Jumat, Juni 25, 2010

kehilangan dan belajar ikhlas

Kehilangan sesuatu dan belajar ikhlas itu amat besar kaitannya.

Saya bersalah. sudah 2 handphone pemberian orang tua saya hilangkan! ahh.. hari ini kenapa begitu malang nasib saya. Hape raib dan satu mata kuliah "diberitakan" BL, alias belom lengkap!! aih.. hari ini kenapa panas sekali :'(

Masih segar dalam ingatan, pagi-pagi neng Agi ngirim sms "nten.. S*P kamu BL say!". Hati rasanya kebat-kebit ga karuan. Apa ni pagi-pagi udah ada masalah, masalah kuliah lagi, rasanya dengkul lemes kalo masalahnya itu masalah kuliah. Berasa pengen mati ketiban duren!

Neng Agi menyarankan untuk nelpon dosen. Dosennya bilang ada nilai yang belum masuk, padahal bisa saya pastikan saya udah nyetorin nilai saya ke KM, tapi mungkin ada kesalahan teknis. Saya pasrah dengan berurai air mata.

Masih di pagi yang sama dan waktu yang sama. Di meja biasa saya simpan charger hape, tiba-tiba kosong, ga ada bekasnya! Sembari marah-marah cari charger hape, sembari ngutuk-ngutuk nilai BL kayanya muka saya penuh dengan kerutan dan sangat jelek.

Sore harinya (jreng..jreng..jreng) apes belom abis, hape lowbat dicopet juga! Sengaja ditelponin hape saya itu, sama pelaku ga diangkat, eh.. malah ngirim sms belagak pilon nemuin tu hape dijalan. Saya minta balikin tuh hape, eh.. seenak bujelnya dia bilang "ah.. teu ah, sieun maneh bawa-bawa polisi"! Woy, ngaku nemu kenapa takut polisi? dasar copet amtir! *ngepet lu ah!!

Kayanya total -berapa kali saya mewek hari ini- ga bisa diitung jari. Saya terlalu sedih sama nasib saya hari ini. Semua orang bilang sabar. Tapi manusiawi lah saya belum bisa sabar + ikhlas, ilmu ikhlas saya masi cetek, secetek got!

Saya tinggal nunggu kapan rejeki itu datang. Rejeki hape yang lebih bagus. Padahal saya sengaja ga mau ganti hape karna saya punya niat buat minta barang yang lain. 'barang lain' itu ternyata masih bukan rejeki saya lagi.

Mau minta maaf buat Orang tua saya yang begitu ikhlas dengan kepergian hape. Mungkin mereka sedang mempertimbangkan hape baru untuk saya :D atau kapok dan tak akan pernah membelikan saya hape bagus lagi. oh..

Hmm.. saya masih bisa merasakan dinginnya keypad saat saya sentuh! huh.. saya coba lagi untuk IKHLAS.

sedikit cerita di rumah sakit

keluar dari rumah sakit bagai menghirup udara bebas. istilah "menghirup udara bebas" emang terlalu lebay, tapi emang itulah yang bener-bener saya rasain sekarang. saya bersyukur ga harus berlama-lama di rumah sakit (walaupun hitungan 6 hari sudah termasuk lama), tapi setidaknya prediksi dokter saya harus 10 hari disana alias rumah sakit meleset. ayeyy!

selama di rumah sakit, rasanya air mata saya tak mau mengering. bukan karena sakit, lalu karena apa? nasib? ah.. begitu naif dan cengengnya saya! saya hanya berpikir kenapa Allah memilih saya untuk cobaan ini, padahal sayapun sedang melalui badai? apa karna saya begitu lemah, rapuh, dan cengeng sehingga inilah cara-Nya untuk membuat saya menjadi tangguh? saya ragu untuk melewatinya. saya bukan tak yakin untuk sembuh, tapi saya tak yakin bisa melewati ujian-Nya dengan baik. saya takut maksud Allah pada saya tak tepat sasaran. saya tau, ketakutan saya berelebihan.

hari-hari di rumah sakit akhirnya saya lalui juga. saya begitu merasa berdosa. saya banyak mengeluh, begitu tak sabar, dan begitu cengeng. saya malu! saya malu bukan pada suster atau pengurus rumah sakit yang lain karena terus-terusan menangis.tapi saya sangat malu pada Allah, saya malu pada saudara-saudara di daerah konflik yang lebih menderita dan lebih sakit dari saya. sakit saya belum ada apa-apanya dibanding peluru yang menembus kulit mereka. ah.. saya begitu merasa berdosa!

banyak orang mengibaratkan hidup itu sepeti perjalanan, dan saya setuju itu. anggaplah saya seorang musafir, saya juga akan lelah dan kehabisan stamina. kalau sudah begitu berarti saya harus beristirahat dan merebahkan badan. mungkin itu maksud Allah untuk saya. saya tak cukup istirahat dan lelah saya terakumulasi demikian banyak, akhirnya saya harus istirahat panjang. saya tersentil tapi tak sakit. saya malah tersenyum kecil, akhirnya saya bisa menghibur diri saya.



enam hari penuh renungan berharga. saya merasa dihargai dan dicintai Allah. Allah menghargai perjuangan saya (saya pikir begitu), Allah juga mengirim orang-orang baik untuk saya. Allah menolong saya, tak mungkin segenggampun Dia melepas saya, bahkan sebotol aqua yang barusan saya minum tak luput dari jangkauanNya. saya diangkat setinggi-tingginya untuk banyak belajar, belajar menghargai. ingat MENGHARGAI! bukan sekedar menghargai hidup sehat, tapi juga menghargai sakit. karna menurut saya, sakit itu juga punya banyak arti, bisa ujian yang berarti dosa-dosa kita lagi diangkat atau sakit itu azab (semoga sakit saya bukan yang ini) :D

manusia hidup dengan tubuh milik Allah, saya pikir Allah berhak dengan semua milik-Nya itu. jadi 'terserah' Allah akan diapakan tubuh ini. apakah manusia ikhlas dengan segala cobaan-Nya? cukupkah selama ini kita manusia menjaga titipan-Nya? lagi-lagi saya malu dengan pertanyaan saya sendiri.


#kupersembahkan untuk orang-orang BAIK kiriman Allah untuk saya, kedua orang tua saya, talita, afif dan ahmad yang kerepotan selama lebih dari seminggu ini. serta untuk orang-orang BAIK yang menyempatkan diri untuk menengok dan mendoakan saya. TERIMAKASIH banyak!

Minggu, Mei 16, 2010

tentang CAR FREE DAY

heboh car free day! udah berapa minggu ini bandung membuat sarana car free day di sepanjang jalan ir.juanda, ato lebih dikenal jalan dago selama 4 jam, dari jam 6 pagi sampe jam 10. saya juga ga tau pasti itu sarana siapa yang mendalangi. mungkin punya pemkot ato pihak lainnya, tapi saya ngerasain bener bagusnya sarana ini :)

jadi car free day ini sebagai salah satu sarana buat masyarakat bandung yang mau jalan-jalan di tengah kota, tanpa polusi udara. banyak orang pake saran ini buat jalan-jalan santai, jogging, roller bladding, bersepeda, aerobic, sampe senam. banyak hal yang menarik pandangan mata misalnya komunitas pecinta budaya sunda meragain senam ala masyarakat sunda (senam pake lagu-lagu dari alunan angklung, calung dsb). ga cuma itu, komunitas sepeda ontel juga ga kalah seru bikin karnaval kecil-kecilan lengkap dengan aksesoris ala orang jadul, terus mereka parkir dipinggir jalan sambil pamer sepeda unik mereka. jangan tanya deh ramenya kaya apaan, rame banget pokonya XD mulai dari potografer amatir sampe yang profesional, saya rasa mereka ga ada abis-abisnya ngedokumentasiin kegiatan selama car free day itu. belom lagi para pemburu berita dari stasiun radio sampe stasiun tv lokal bikin tambah heboh aja.

satu lagi nilai lebih dari car free day ini. sarana tepat di depan rumah sakit borromeus, nah.. mungkin dengan adanya car free day ini bisa ngebangkitin sedikit motivasi orang-orang sakit supaya bisa sembuh. orang sakit mana yang ga pengen sehat dan bisa lari-lari kaya orang lain? hehe.. 4 jam tanpa bising kendaraan juga bisa bikin suasana tenang tentram mungkin bisa nurunin tingkat stress pasien, belum lagi ditambah tanpa polusi udara. hhu.. segar! XD

ga sedikit orang yang ngeluhin car free day ini. kata mereka car free day cuma bikin macet, soalnya 2 jalur utama harus ditutup, sedangkan jalur ini jalur alternatif buat keluar dari setan macetnya bandung setiap minggu di japati dan sekitarnya gara-gara pasar tumpah gasibu :'( apa mereka ga bisa mentolerir macetnya jalan yang luar biasanya ini untuk satu hari dalam seminggu? huhu..

mungkin saya akan rutin maen-maen di car free day ini tiap minggu, sama si bebe, ato sama temen-temen :) tapi ada satu hal yang saya takutin, saya takut sarana wisata olah raga ini malah beralih fungsi jadi tempat wisata belanja sekelas pasar tumpah kaya gasibu :'(