Jumat, Agustus 26, 2011

Percaya MESTAKUNG?

Kalau mau punya iPhone, coba beli casingnya dulu. Kalau udah punya casingnya, mungkin muncul perasaan harus punya iPhone. Semoga MESTAKUNG :D

Kalau badan lebar kaya kulkas, coba beli baju ukuran S. Mungkin kepikiran mubazir punya baju ga dipake. Semoga MESTAKUNG untuk kurus :D

Pengen keluar negeri, buat sekolah atau sekedar jalan-jalan. Coba bikin paspor dulu, malu kali punya paspor tapi ga pernah keluar negeri. Semoga MESTAKUNG buat beli tiket keluar negerinya :p

*MESTAKUNG = Semesta Mendukung

Cerita Sehari tentang Empat Puluh Hari






Empat puluh hari yang singkat, akhirnya berakhir juga. Mulai dari derai tawa, sampai air mata, pernah tumpah ruah disana. Belajar banyak hal lagi, bukan cuma sekedar menjalani program lalu pulang, tapi pulang dengan sejuta kenangan serta pelajaran untuk hidup yang lebih baik, mungkin.

Hawa KKN masih terasa sampai rumah, sepertinya berisik-berisik di rumah sangat berbeda dari berisiknya posko. Semua orang disana senang bercerita, tertawa dan berteriak. Semua orang senang bernyanyi :D

Dan di hari perpisahan, beberapa anak menangis, mereka sedih akan kami tinggal pergi, saya pun ikut sedih, tapi saya tidak bisa menangis, saya takut mereka semakin sedih. Mereka masih anak-anak.

Terimakasih atas cerita selama empat puluh hari yang berkesan, untuk Desti, Nia, Agus, Ade, Tri, Dika, Ramdhan, Sidiq, dan Dadan :D


Minggu, Agustus 07, 2011

Kehilangan dan Menemukan Sesuatu

Saya baru benar-benar sadar bahwa hidup itu seharusnya luar biasa karena ia singkat dan sementara. Saya juga disadarkan lagi bahwa liang kubur itu sangat dekat, mungkin hanya beberapa jengkal dari tempat kami berdiri. Lalu, apa yang bisa kami lakukan?
Setelah kepergian seorang sahabat yang juga teman perjuangan kami semua, saya semakin terenyuh untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang lebih banyak. Dengan hidup tanpa mengeluh, selalu berbagi dan membahagiakan orang banyak. Dan itulah mengapa kami hidup.

Tidak banyak mengeluh saat sulit, karena hidup itu memang terkadang rumit. Di saat kami mengeluh, tubuh kami akan meng-iyakan keluhan itu dan membuatnya semua menjadi kurang bermakna, namun saat kami tidak mengeluh, kami bisa menyikapi hidup dengan lebih bijak.

Berbagi dengan siapapun, karena sesungguhnya saat kami sedang membagi, kami tak pernah sadar bahwa kami sedang menerima sesuatu hal yang lebih besar dari apa yang kami beri. Di samping itu juga, saat kami memberi satu dari kelebihan kami, di sisi lain, kami akan menerima sesuatu untuk menggenapi kekurangan kami agar hidup kami menjadi lebih utuh.

Di saat kami tidak bisa melakukan apapun untuk membahagiakan orang lain dengan apa yang kami punya, sikap yang baik dapat membayar semuanya. Senyuman, perkataan, juga hati yang tanpa dusta, dapat menjadikan semuanya akan lebih berarti.

Dan sahabat yang kami itu telah benar-benar pergi meninggalkan kami semua yang menyayanginya. Dia pergi dan mengumpulkan kami semua di tempat yang tak terduga. Dia menginspirasi kami untuk melakukan hal baik yang telah saya jabarkan tadi. Selamat jalan sahabat, semoga kau tenang di sisi-Nya.