Kehilangan sesuatu dan belajar ikhlas itu amat besar kaitannya.
Saya bersalah. sudah 2 handphone pemberian orang tua saya hilangkan! ahh.. hari ini kenapa begitu malang nasib saya. Hape raib dan satu mata kuliah "diberitakan" BL, alias belom lengkap!! aih.. hari ini kenapa panas sekali :'(
Masih segar dalam ingatan, pagi-pagi neng Agi ngirim sms "nten.. S*P kamu BL say!". Hati rasanya kebat-kebit ga karuan. Apa ni pagi-pagi udah ada masalah, masalah kuliah lagi, rasanya dengkul lemes kalo masalahnya itu masalah kuliah. Berasa pengen mati ketiban duren!
Neng Agi menyarankan untuk nelpon dosen. Dosennya bilang ada nilai yang belum masuk, padahal bisa saya pastikan saya udah nyetorin nilai saya ke KM, tapi mungkin ada kesalahan teknis. Saya pasrah dengan berurai air mata.
Masih di pagi yang sama dan waktu yang sama. Di meja biasa saya simpan charger hape, tiba-tiba kosong, ga ada bekasnya! Sembari marah-marah cari charger hape, sembari ngutuk-ngutuk nilai BL kayanya muka saya penuh dengan kerutan dan sangat jelek.
Sore harinya (jreng..jreng..jreng) apes belom abis, hape lowbat dicopet juga! Sengaja ditelponin hape saya itu, sama pelaku ga diangkat, eh.. malah ngirim sms belagak pilon nemuin tu hape dijalan. Saya minta balikin tuh hape, eh.. seenak bujelnya dia bilang "ah.. teu ah, sieun maneh bawa-bawa polisi"! Woy, ngaku nemu kenapa takut polisi? dasar copet amtir! *ngepet lu ah!!
Kayanya total -berapa kali saya mewek hari ini- ga bisa diitung jari. Saya terlalu sedih sama nasib saya hari ini. Semua orang bilang sabar. Tapi manusiawi lah saya belum bisa sabar + ikhlas, ilmu ikhlas saya masi cetek, secetek got!
Saya tinggal nunggu kapan rejeki itu datang. Rejeki hape yang lebih bagus. Padahal saya sengaja ga mau ganti hape karna saya punya niat buat minta barang yang lain. 'barang lain' itu ternyata masih bukan rejeki saya lagi.
Mau minta maaf buat Orang tua saya yang begitu ikhlas dengan kepergian hape. Mungkin mereka sedang mempertimbangkan hape baru untuk saya :D atau kapok dan tak akan pernah membelikan saya hape bagus lagi. oh..
Hmm.. saya masih bisa merasakan dinginnya keypad saat saya sentuh! huh.. saya coba lagi untuk IKHLAS.
Jumat, Juni 25, 2010
sedikit cerita di rumah sakit
keluar dari rumah sakit bagai menghirup udara bebas. istilah "menghirup udara bebas" emang terlalu lebay, tapi emang itulah yang bener-bener saya rasain sekarang. saya bersyukur ga harus berlama-lama di rumah sakit (walaupun hitungan 6 hari sudah termasuk lama), tapi setidaknya prediksi dokter saya harus 10 hari disana alias rumah sakit meleset. ayeyy!
selama di rumah sakit, rasanya air mata saya tak mau mengering. bukan karena sakit, lalu karena apa? nasib? ah.. begitu naif dan cengengnya saya! saya hanya berpikir kenapa Allah memilih saya untuk cobaan ini, padahal sayapun sedang melalui badai? apa karna saya begitu lemah, rapuh, dan cengeng sehingga inilah cara-Nya untuk membuat saya menjadi tangguh? saya ragu untuk melewatinya. saya bukan tak yakin untuk sembuh, tapi saya tak yakin bisa melewati ujian-Nya dengan baik. saya takut maksud Allah pada saya tak tepat sasaran. saya tau, ketakutan saya berelebihan.
hari-hari di rumah sakit akhirnya saya lalui juga. saya begitu merasa berdosa. saya banyak mengeluh, begitu tak sabar, dan begitu cengeng. saya malu! saya malu bukan pada suster atau pengurus rumah sakit yang lain karena terus-terusan menangis.tapi saya sangat malu pada Allah, saya malu pada saudara-saudara di daerah konflik yang lebih menderita dan lebih sakit dari saya. sakit saya belum ada apa-apanya dibanding peluru yang menembus kulit mereka. ah.. saya begitu merasa berdosa!
banyak orang mengibaratkan hidup itu sepeti perjalanan, dan saya setuju itu. anggaplah saya seorang musafir, saya juga akan lelah dan kehabisan stamina. kalau sudah begitu berarti saya harus beristirahat dan merebahkan badan. mungkin itu maksud Allah untuk saya. saya tak cukup istirahat dan lelah saya terakumulasi demikian banyak, akhirnya saya harus istirahat panjang. saya tersentil tapi tak sakit. saya malah tersenyum kecil, akhirnya saya bisa menghibur diri saya.

enam hari penuh renungan berharga. saya merasa dihargai dan dicintai Allah. Allah menghargai perjuangan saya (saya pikir begitu), Allah juga mengirim orang-orang baik untuk saya. Allah menolong saya, tak mungkin segenggampun Dia melepas saya, bahkan sebotol aqua yang barusan saya minum tak luput dari jangkauanNya. saya diangkat setinggi-tingginya untuk banyak belajar, belajar menghargai. ingat MENGHARGAI! bukan sekedar menghargai hidup sehat, tapi juga menghargai sakit. karna menurut saya, sakit itu juga punya banyak arti, bisa ujian yang berarti dosa-dosa kita lagi diangkat atau sakit itu azab (semoga sakit saya bukan yang ini) :D
manusia hidup dengan tubuh milik Allah, saya pikir Allah berhak dengan semua milik-Nya itu. jadi 'terserah' Allah akan diapakan tubuh ini. apakah manusia ikhlas dengan segala cobaan-Nya? cukupkah selama ini kita manusia menjaga titipan-Nya? lagi-lagi saya malu dengan pertanyaan saya sendiri.
#kupersembahkan untuk orang-orang BAIK kiriman Allah untuk saya, kedua orang tua saya, talita, afif dan ahmad yang kerepotan selama lebih dari seminggu ini. serta untuk orang-orang BAIK yang menyempatkan diri untuk menengok dan mendoakan saya. TERIMAKASIH banyak!
selama di rumah sakit, rasanya air mata saya tak mau mengering. bukan karena sakit, lalu karena apa? nasib? ah.. begitu naif dan cengengnya saya! saya hanya berpikir kenapa Allah memilih saya untuk cobaan ini, padahal sayapun sedang melalui badai? apa karna saya begitu lemah, rapuh, dan cengeng sehingga inilah cara-Nya untuk membuat saya menjadi tangguh? saya ragu untuk melewatinya. saya bukan tak yakin untuk sembuh, tapi saya tak yakin bisa melewati ujian-Nya dengan baik. saya takut maksud Allah pada saya tak tepat sasaran. saya tau, ketakutan saya berelebihan.
hari-hari di rumah sakit akhirnya saya lalui juga. saya begitu merasa berdosa. saya banyak mengeluh, begitu tak sabar, dan begitu cengeng. saya malu! saya malu bukan pada suster atau pengurus rumah sakit yang lain karena terus-terusan menangis.tapi saya sangat malu pada Allah, saya malu pada saudara-saudara di daerah konflik yang lebih menderita dan lebih sakit dari saya. sakit saya belum ada apa-apanya dibanding peluru yang menembus kulit mereka. ah.. saya begitu merasa berdosa!
banyak orang mengibaratkan hidup itu sepeti perjalanan, dan saya setuju itu. anggaplah saya seorang musafir, saya juga akan lelah dan kehabisan stamina. kalau sudah begitu berarti saya harus beristirahat dan merebahkan badan. mungkin itu maksud Allah untuk saya. saya tak cukup istirahat dan lelah saya terakumulasi demikian banyak, akhirnya saya harus istirahat panjang. saya tersentil tapi tak sakit. saya malah tersenyum kecil, akhirnya saya bisa menghibur diri saya.

enam hari penuh renungan berharga. saya merasa dihargai dan dicintai Allah. Allah menghargai perjuangan saya (saya pikir begitu), Allah juga mengirim orang-orang baik untuk saya. Allah menolong saya, tak mungkin segenggampun Dia melepas saya, bahkan sebotol aqua yang barusan saya minum tak luput dari jangkauanNya. saya diangkat setinggi-tingginya untuk banyak belajar, belajar menghargai. ingat MENGHARGAI! bukan sekedar menghargai hidup sehat, tapi juga menghargai sakit. karna menurut saya, sakit itu juga punya banyak arti, bisa ujian yang berarti dosa-dosa kita lagi diangkat atau sakit itu azab (semoga sakit saya bukan yang ini) :D
manusia hidup dengan tubuh milik Allah, saya pikir Allah berhak dengan semua milik-Nya itu. jadi 'terserah' Allah akan diapakan tubuh ini. apakah manusia ikhlas dengan segala cobaan-Nya? cukupkah selama ini kita manusia menjaga titipan-Nya? lagi-lagi saya malu dengan pertanyaan saya sendiri.
#kupersembahkan untuk orang-orang BAIK kiriman Allah untuk saya, kedua orang tua saya, talita, afif dan ahmad yang kerepotan selama lebih dari seminggu ini. serta untuk orang-orang BAIK yang menyempatkan diri untuk menengok dan mendoakan saya. TERIMAKASIH banyak!
Labels:
celengan babi,
mengambil dari jalan
Langganan:
Postingan (Atom)