Beberapa lama waktu ini, saya berusaha meninggalkan mereka (orang-orang yang sangat peduli pada saya). Saya sudah berjanji akan kembali setelah urusan saya semua selesai, tetapi kapan urusan di dunia ini yang benar-benar akan selesai? Segala macam urusan tidak akan pernah habis. Karena perkara yang lain akan terus datang dan perkara yang lalu kadang hanya menjinak dan bisa membuas kapan saja. Lalu kapan saya akan kembali?
Sekian lama saya mengulur waktu, sibuk dengan urusan (yang padahal tidak akan pernah usai). Kemudian saya mulai dihinggapi rasa kesepian. Dulu mereka selalu ada mengisi hari saya, sekadar datang dan duduk di samping saya sambil berkata-kata yang indah mengenai hidup dan saya terpesona, lalu gairah hidup saya kembali meletup.
Seolah itu semua hanya akan jadi kenangan, dan pada akhirnya saya betul-betul menangis karena kesepian, juga rindu. Saya kesepian di kerumunan manusia yang tidak saya kenal. Untuk orang yang dicap periang, saya ini terlalu pemurung juga pendendam. Tiga, bahkan lima orang yang sekarang ini bersama saya, tidak benar-benar bersama saya. Saya tidak bermaksud mengecilkan mereka. Tetapi, kehadiran mereka hanya karena saya sengaja menghadirkan mereka untuk membuyarkan apa saja yang aku takutnya. Tak mengerti ya? Abaikan saja kalau begitu.
Saya berubah, dan yang lainnya juga berubah. Dunia tak lagi sama, bahkan dua detik setelah ini. Saya yang terlalu menyesal telah mengabaikan banyak hal, banyak orang, dan banyak kesempatan. Karena segalanya sudah berubah (dan harus berubah). Saya harus meminta maaf dan berterima kasih. Saya telah lupa, karena mereka orang yang sangat berjasa dalam membesarkan hati saya yang kecil ini.
Pasir Honje, 050114.
Terkhusus untuk Ibu, bapak dan dua sahabatku.