Tampilkan postingan dengan label mengambil dari jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengambil dari jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 29, 2013

Nasib

Habis sudah masa kita. Kita tahu, dan saya terlalu muak dengan kata meraka; "Ada pertemuan, pasti ada perpisahan"

Masa kini membawa kenangan, tentang hujan yang membuat kita kuyup, malam yang selalu menyelimuti, angin yang bernyanyi, juga bintang yang menyinari. Masa kini yang menguak memori, melayang-layang seperti awan pasrah dibawa angin, namun lebih sering sempoyongan karena terlalu letih mengingat.

Adalah kamu pabrik kenangan, membungkus masa lalu dengan rapi. Namun juga senyap yang segera ramai jika telah tiba waktunya: Kita bertemu lagi.

Tidakkah setiap detik adalah nasib? Kau percaya itu? Waktu terlalu ribut berbicara, juga terlalu sibuk membongkar kejutan. Kadang kau heran, padahal kau paham itu nasib. KEJUTAN! Hidup ini terlalu rumit juga aneh untuk dijalani.

Ilalang, mengapa kau seperti menari? Padahal tubuhnya hanya tak mampu melawan angin. Bergerak kesana-kemari, membuat mata lelah -bagi yang memang sudah lelah- tapi, sangat banyak yang menikmati. Ilalang tumbuh di pekarangan rumah kosong. Kenapa di sana? Itu nasibnya. Banyak yang terheran-heran mengapa ilalang yang lain bisa mati, padahal ketika musim penghujan. Mereka mati karena mereka sudah waktunya mati. Banyak yang tak tahu saja, padahal ilalang itu mati tersiram bensin. Nasib.

Kenapa ilalang? Entahlah.

Hari ini bertemu, besok berpisah. Ada yang bisa kau lakukan selain mengenang? Diam-diam saya bertanya, mengapa kita bertemu dalam waktu yang terlalu singkat? Mengapa harus saya dengan kamu? Padahal rencana kita di hari sebelumnya tak pernah demikian. Kita tak pernah berrencana menjejakkan  kaki di tempat kita bertemu. Lalu nasib begitu saja berjumpa.

Masih saja kita terheran. Padahal kita terlalu paham juga muak karena ini adalah nasib. Sampai jumpa, jika berjumpa lagi.

Senin, Oktober 08, 2012

Bakti pada Anak

Padahal sudah hampir setahun saya meninggalkan pekerjaan ini, setelah setahun bergelut dengan mereka. Tapi kenapa saya baru nge-share tentang mereka ini di blog? Rasanya basi mungkin, tapi rasa kangen saya pada anak-anak ini sulit saya bendung. Saya terlalu rindu dengan mereka. Pada mereka yang diberi kelebihan oleh Tuhan, untuk mengantarkan kami ke syurga.

Saya ga sengaja menjadi seorang guru dan terapis bagi anak-anak berkebutuhan khusus di salah satu yayasan anak berkebutuhan khusus di kota Bandung. Ceritanya, saya ga sengaja nyemplung di dunia ini, karena awalnya memang ga niat-niat amat. Karena pengen uang jajan tambahan dan punya kegiatan supaya agak keren sedikit kaya temen-temen yang lain, akhinya dengan nekat sayapun nyemplung di dunia yang benar-benar baru untuk saya.

Saya benar-benar ga pernah bertemu langsung dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Apapun itu bentuk kebutuhannya. Karena anak berkebutuhan khusus itu kan banyak macamnya. Ada anak dengan tuna netra, tuna, rungu, tuna wicara, tuna daksa, tuna grahita, anak berbakat dan sebagainya. Kebetulan di sekolah ini saya bertemu dengan beragam anak dengan kebutuhan khusus tuna grahita, kesulitan belajar dan anak-anak dengan autisma.

Awal bertemu mereka, saya benar-benar sedih melihat mereka. Saya bertanya, kenapa Tuhan memberi mereka hal yang sebenarnya tidak mereka inginkan? Saya terus bertanya, saya merasa kasihan tapi itulah nyawa saya berada di tempat ini.

Semakin hari, semakin mengenal mereka. Membatu mereka belajar untuk mandiri, mengerjakan keperluan mereka dengan tangan mereka sendiri, membantu mereka berbicara dengan baik, tidak saja berbicara pada orang lain tapi juga berbicara pada Tuhan mereka, membantu mereka disiplin dan mengerjakan sesuatu sesuai dengan porsi dan kebutuhan, membantu mereka agar lebih tenang mengadapi semua, membantu mereka duduk tanpa gelisah, membantu mengenal diri mereka juga keluarga, sampai membatu mereka menghafal nama kami meskipun itu buka pekerjaan mudah bagi mereka :D

Akhirnya saya banyak belajar dari mereka juga dari orang tua mereka. Bagaimana memaknai hidup dengan baik. Mereka tidak perlu dikasihani, dan kita tak perlu sedih melihat mereka. Mereka itu selalu senang dan selalu bermain dengan riang, justru tanpa batas, tanpa halangan, dan jujur. Terkadang, justru orang pada umunya tidak dapat bergerak bebas tanpa halangan dan sering kali tidak jujur meskipun pada diri sendiri. Inilah hebatnya mereka. Justru kita-lah yang seharusnya patut dikasihani.

Pada orang tua mereka saya juga belajar untuk selalu menerima. Menerima pada semua garis Tuhan yang sengaja Tuhan gariskan pada telapak tangan kita untuk kita genggam dan kita jalani. Kita lebih sering mengeluh pada keadaan sepele, yang sebenarnya dapat kita jalani dengan mudah hanya dengan ikhlas dan sabar. Memang sabar, ikhlas dan tetek bengeknya itu tidak pernah akan mudah, tapi bandingkan dengan keluhan panjang tidak ada akhir, pasti itu akan lebih melelahkan dan tanpa hasil.

Ya, itulah.. Saya benar-benar sedang rindu mereka. Rindu belajar bersama, mendiami mereka yang sedang menagis, mengajak mereka berdoa setiap pagi, olah raga setiap jumat, cooking class, membuat kesenian, "berperang" dengan apa yang disebut tantrum dan lainnya.

Ada yang bertanya, kenapa saya tidak memulai lagi berkecimpung di dunia ini? Sebetulnya, dunia ini cukup indah, tapi saya mau mencoba dunia yang lain. Saya begitu mencintai anak-anak, justru saat saya masih anak-anak, saya ingin melanglang ke dunia anak yang lain. Semoga semua terjelajahi ya..

Dan hanya inilah yang ingin saya sampaikan pada mereka..

"Hai, anak-anakku.. kalian sudah bisa apa? Ibu ingin melihat kalian bermain, belajar dan makan :D"
Bareng teteh Nasywa saat istirahat

Nasywa, Anggun, Ibu Ita dan Ibu Nten :)


Ira sudah dijemput Mama kan, Nak? :)

Setelah olah raga

Terakhir, tolong jangan gunakan kata-kata seperti autis, idiot, dan sebagianya untuk daily joke. Kata-kata itu benar-benar tidak untuk mengejek atau menghina seseorang. Kata-kata tersebut benar-benar tidak peka sosial, tidak merendahhati, dan sama sekali tidak lucu. Bagaimana jika kita adalah salah satu dari mereka? Atau salah satu orang tua mereka. Coba rasakan sekali lagi.

credit blog istribawel.com

Siapa yang mau memulai untuk tidak menggunakan kata-kata itu dengan saya dan dengan teman-teman lain yang sudah memulai?







Jumat, Agustus 26, 2011

Cerita Sehari tentang Empat Puluh Hari






Empat puluh hari yang singkat, akhirnya berakhir juga. Mulai dari derai tawa, sampai air mata, pernah tumpah ruah disana. Belajar banyak hal lagi, bukan cuma sekedar menjalani program lalu pulang, tapi pulang dengan sejuta kenangan serta pelajaran untuk hidup yang lebih baik, mungkin.

Hawa KKN masih terasa sampai rumah, sepertinya berisik-berisik di rumah sangat berbeda dari berisiknya posko. Semua orang disana senang bercerita, tertawa dan berteriak. Semua orang senang bernyanyi :D

Dan di hari perpisahan, beberapa anak menangis, mereka sedih akan kami tinggal pergi, saya pun ikut sedih, tapi saya tidak bisa menangis, saya takut mereka semakin sedih. Mereka masih anak-anak.

Terimakasih atas cerita selama empat puluh hari yang berkesan, untuk Desti, Nia, Agus, Ade, Tri, Dika, Ramdhan, Sidiq, dan Dadan :D


Minggu, Agustus 07, 2011

Kehilangan dan Menemukan Sesuatu

Saya baru benar-benar sadar bahwa hidup itu seharusnya luar biasa karena ia singkat dan sementara. Saya juga disadarkan lagi bahwa liang kubur itu sangat dekat, mungkin hanya beberapa jengkal dari tempat kami berdiri. Lalu, apa yang bisa kami lakukan?
Setelah kepergian seorang sahabat yang juga teman perjuangan kami semua, saya semakin terenyuh untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang lebih banyak. Dengan hidup tanpa mengeluh, selalu berbagi dan membahagiakan orang banyak. Dan itulah mengapa kami hidup.

Tidak banyak mengeluh saat sulit, karena hidup itu memang terkadang rumit. Di saat kami mengeluh, tubuh kami akan meng-iyakan keluhan itu dan membuatnya semua menjadi kurang bermakna, namun saat kami tidak mengeluh, kami bisa menyikapi hidup dengan lebih bijak.

Berbagi dengan siapapun, karena sesungguhnya saat kami sedang membagi, kami tak pernah sadar bahwa kami sedang menerima sesuatu hal yang lebih besar dari apa yang kami beri. Di samping itu juga, saat kami memberi satu dari kelebihan kami, di sisi lain, kami akan menerima sesuatu untuk menggenapi kekurangan kami agar hidup kami menjadi lebih utuh.

Di saat kami tidak bisa melakukan apapun untuk membahagiakan orang lain dengan apa yang kami punya, sikap yang baik dapat membayar semuanya. Senyuman, perkataan, juga hati yang tanpa dusta, dapat menjadikan semuanya akan lebih berarti.

Dan sahabat yang kami itu telah benar-benar pergi meninggalkan kami semua yang menyayanginya. Dia pergi dan mengumpulkan kami semua di tempat yang tak terduga. Dia menginspirasi kami untuk melakukan hal baik yang telah saya jabarkan tadi. Selamat jalan sahabat, semoga kau tenang di sisi-Nya.

Selasa, Maret 22, 2011

Cinta Bersyarat

Selamat datang di dunia paling nyata dari dunia yang bisa kau sebut dunia cinta.

Semua orang paham bahwa cinta selalu nyata tapi abstrak dan selalu tulus meski bersyarat. Saat seseorang merasa bahagia dengan orang yang dicintainya meskipun ada ketentuan dibalik itu. Misalnya, saya mencintainya (atau sebaliknya) karena dia memiliki hal yang baik seperti duit yang banyak atau karena masih virgin.

Saat nanti saya (misalnya) menjadi seorang janda, apakan saya masih pantas untuk dicintai? Mungkin sebagian orang lain menganggap mencintai janda bukan hal mudah, paling tidak orang yang mencintai saya nanti akan punya beban untuk membina hubungan dengan saya. Tentu berkaitan dengan status, urusan keuangan dan lain sebagainya.

Bolehkan saya berhenti mencintai seseorang? Saat (misalnya), kelak pasangan saya sudah tidak lagi bisa menafkahi saya atau syarat untuk mencintai saya dulu sudah hilang? Lalu dia akan saya campakkan begitu saja tampa ampun dan penghargaan? Naif sekali bukan?

Karena cinta tidak bersyarat dan berhentilah mencari kesempurnaan.

Sesekali saya membayangkan, saat saya berhenti dicintai karena saya telah hilang syarat untuk dicintai. Saat saya tidak cantik dan tidak punya uang lagi, misalnya. Saya harus menerima itu dan coba bayangkan betapa menyakitkannya itu? Berhenti dicintai dan mencintai karena hilang syarat. Rasanya sama seperti paru-paru dikeluarkan dari rongganya. Hilang alat vital berarti sekarat dan hampir mati.

Dalam tulisan ini, saya benar-benar tidak ingin menyalahkan siapapun yang telah mencintai seseorang dengan syarat seperti yang telah saya bilang. Semua orang berhak membuat kriteria dan persyaratan untuk mencintai dan menjadikan orang manapun untuk jadi pasangan hidupnya, namun saja cinta bersyarat tidak akan membawa cinta pada tujuannya.

Silakan tarik kesimpulan. Dan jalani cinta sebaik-baiknya. Pahamilah, persyaratan cinta yang telah dibuat hanya akan membawa cinta pada persyaratan itu saja. Cinta hanya butuh pertimbangan, bukan alasan. Hanya tinggal bicarakan dan jalani saja. Simple tapi rumit.

Lalu, bagaimana menjadikan diri untuk (bukan sekedar) pantas dicintai tanpa syarat?

Kamis, Oktober 14, 2010

GRATEFUL

Walupun keitung pas-pasan dalam uang jajan, saya mampu deh kalo harus nyisihin uang lima ribu perak sehari mah. Dengan uang duapuluh ribu sehari, saya udah bisa makan di warteg deket kampus, beli pulsa sama beli bensin, sisanya ya buat potokopi ini-itu. Intinya saya berkecukupan. Saya punya motor yang memudahkan gerak saya kesana-kemari dengan modal limaribu rupiah untuk 1,1 liter bensin, atau punya handphone buat sekedar cekakak-cekikikan sama temen buat bergosip ria. Saya bersukur, saya cukup bahagia.

Terus gimana yang lain? Untuk sebagian teman saya, nasb kita ga jauh bedalah! Mereka sama-sama hidup nikmat sebagai mahasiswa di Bandung ini. Hidup di Bandung termasuk murah untuk mahasiswa rantauan. Mereka bisa ngontrak sebuah kamar. Mereka bisa milih-milih kamar yang pas sesuai budget yang mereka punya, dari yang murah banget sampe yang mahal banget ada, dari yang kamar mandi di dalem, di luar sampe di kali (becanda :D) ada. Untuk sekali makan di warteg, kita bisa ngabisin hanya dengan Rp.5000! ga percaya? Sekali-kali boleh mampir, terus pilih menu telor goreng, tempe goreng sama sayur oseng-oseng. Kalo pake kerupuk ya tinggal tambah gope! Hehe..

Beda cerita lagi buat mereka yang kurang beruntung. Meskipun hidup di Bandung itu murah (seenggaknya bagi saya), banyak dari mereka yang juga belum sanggup menuhin kebutuhan hidup yang banyak itu untuk sekedar hidup layak di bandung. Mau makan milih-milih warteg yang paling murah, mau nge-print harus pake jasa print karena ga punya printer, atau mau ngerjain tugas harus keluar dulu nyari rental komputer. Beda jauh banget sama kehidupan saya, semua serba ada, ditinggal hap, paling ngga hidup layak lah, meski ga banyak berlebih.

Semua harus disukuri, sekecil apapun rejekinya, karna semua yang dari Allah itu pasti baik.

Kalau kata ibu saya, rejeki itu cobaan. Cobaan buat yang berlebih juga buat yang kekurangan. Jangan sampe deh punya banyak duit terus sombong, kored (baca: pelit), dapetnya korupsi lagi! *jelek amat ni orang :D* atau yang kekurangan itu isi otaknya ngeluhhh.. mulu,terus ga bersukur-bersukur acan sama apa yang udah dia dapet. Ckkckk..

Hidup bersyukur itu nikmat lho.. meski kekurang pasti bakal terasa cukup. Kalau suatu saat punya banyak bisa bagi-bagi buat yang kurang. Jadi nambah pahala kan?

Sukuri sajalah..

CINTA : Dia akan datang dan takkan salah alamat

Tumben ya bo saya posting cinta-cintaan begini. ckkckk.. Ni gara-gara kuliah proyeksi yang ga beres, jadi interpretasinya masih ngaco! Hasil tes yang bilang saya sangat sensitif masalah yang melow-melow, jadi kebawa melow-melow gini :D *yang ngga ngarti ngacung deh ah..

Dan inilah dia.. Judul postingan ini sebenernya hasil diskusi saya dengan nenk Riska. Awalnya emang cuma becanda waktu ngerumpi sambil nyanyi-nyanyi nunggu kelas kosong *ini ngerumpi ala mahasiswa, kalo ala ibu-ibu sambil nunggu anak bubar sekolah :DD* Tapi saya spontan sangat setuju juga kalo cinta itu ga pernah salah karna cinta udah ada alamatnya masing-masing *manis banget yak*

Agak susah juga sih ngejelasin statemen ini. Pasti untuk orang-orang yang bolak-balik ganti pasangan agak protes atau protes banget sama statemen ini.

Buat saya, cinta itu misteri yang bisa dipecahin kalo cinta itu sendiri yang datang, bukan diterka-terka. Lebih tepatnya cinta mirip ilmu pasti, tapi juga bukan murni eksakta *pusing tah!*

Cinta itu datang bukan satu alasan, tapi banyak alasan. Seribu atau lebih. Mungkin sejuta atau lebih banyak lagi.

Cinta itu takdir, karena itu dia akan datang dan takkan salah alamat.

Sayapun cuma manusia biasa, saya terbiasa memiliki hasrat untuk memiliki salah satu cinta yang terlihat dan di saat seperti inilah cinta selalu terlihat benar padahal lebih sering tidak. Persepsi sensori yang sering salah menilai cinta karena hasrat. Tapi yakinlah, meski begitu, cinta yang benar pasti akan datang, untuk semua orang, yang singel atau double. Layaknya surat, kalo salah alamat kan pasti bakal balik lagi ke kantor pos :D *minjem statemen nenk Nuyuy :D

Intinya sih, jangan mau bersusah-susah atau berpusing-pusing kalo belom ada yang cinta kecantol. Cinta itu pasti datang disaat yang tepat dan tak terduga kan? Cinta itu suprise, bahkan ada yang bilang cinta itu jorok karena ada disembarang tempat *sampah kali ah*

Apalah maksud postingan saya malem ini. Mungkin ngga guna buat sebagian orang, tapi sangat berguna buat saya *penulis yang egois :D

Kamis, Agustus 26, 2010

Ahmad!

Kalau pulang kuliah, rumah ancur kaya kena puting beliung, ini pasti kerjaan Ahmad! Gelas dimana-mana, krayon, handuk, panji, bantal, buku, segala macem kabel, pokoknya semuanya bisa keluar dari sarang!

Namanya Ahmad Rabbani Subowo. Dia lahir seperti hadiah ulang tahun. surprise! Mukanya lucu, hidungnya kecil kaya anak jambu, kepalanya kaya lilin yang dibentuk bulet hampir sempurna. Lucu ya, kaya SNOWMAN! XDD

Suatu hari di swalayan, ibu bilang "mba, tolong pegangin ade nya ya..", sontak dia menjulurkan tangannya pada saya, tapi saya iseng nyomot hidungnya. "ih.. mba! pegang donk tangannya, nanti Ahmad ilang". Haha.. kepedean amat dia bakal ilang, saya lebih kawatir idungnya yang ilang, kecil sih, takut ga keliatan! :))

Umurnya hampir lima tahun, tapi kalo ngobrol mirip emak-emak. bawel! Kalo bisa semua deh diceritain, dari A sampe Z, dari sabang sampe merauke :D

Suatu hari dia lagi berkunjung ke rumah tetangga, anak pemilik rumah itu kira-kira seumur saya. Waktu itu si Ahmad sama teteh itu lagi asik main tebak-tebakan. Kesal rupanya, dari tadi tebakan si teteh ga ada yang bisa kejawab, dan terlontarlah pertanyaan pamungkas "sok coba teh Oki, siapa nama nenek Ahmad?".
Teh Oki : @#$%^&*&^%$#@! haha.. dasar Ahmad!!

Kalo bisa liat ekspresi mukanya waktu itu rasanya pengen nonjok! haha..

Kadang-kadang Ahmad melakukan hal yang mengaharukan, semua orang tersentuh dibuatnya *ohh*

Suatu hari, Ahmad berkutat dengan pensil dan kertas-kertasnya. Entah apa yang digambar, mungkin monster atau superhero. Tiba-tiba, ia menggambar satu gambar hati besar dan ada namanya disana "A.H.M.A.D". Dia masih agak kesulitan menulis suku kata, dan meminta tolong Lita untuk mendiktekannya menulis IBU. Satelah ada tulisan Ibu disitu, dia menyampaikan kalau gambar itu adalah surat cinta untuk ibu. Oh.. saya sangat terharu!!

Ahmad itu hiburan, dan saya banyak belajar dari dia.. Dia anak laki-laki tapi berhati lembut :)

Jumat, Juli 30, 2010

to be mature

saya dan neng Agi selalu berdebat siapa yang paling dewasa diantara kita. Inilah lucu, di saat teman-teman seusia kami masih ingin dibilang anak-anak, kami malah lebih senang dengan predikat wanita dewasa. mungkin saya memang 9 bulan lebih muda dari si Agi, tapi usia mental siapa tau? saya pasti lebih dewasa XDD

Beberapa waktu yang lalu, saya harus turut ngantri untuk sebuah keperluan. saya tau persis berdiri di belakang seorang teman, tiba-tiba seseorang menyerobot antrian, dia cuma nengok ke arah saya, dan menjulurkan lidah. saya bengong (kalian juga pasti ikut terbengong-bengong kalo kejadiannya kaya gini). dia itu masih temen saya, agak ganjil kalo niat dia hanya becanda, karna candaannya itu sama sekali ngga lucu. agak kesel awalnya, tapi pengen ketawa akhirnya mengingat "saya jauh bisa lebih dewasa dari dia" X)),

neng Agi punya kecengan. umurnya 23 atau 24 tahun lah! (dewasa tanggung? dewasa mateng?) rumpian hari itu emang seputar pacar, kecengan, TTM-an dsb (sebenernya ngga pernah ngga ngerumpiin masalah ini). Agi cerita, kecengannya ini punya kebiasaan jajan makanan gopean. kaya, mom*gi, ch*ky-choky, dan mungkin makanan gope lainnya. ngakak lah saya dengan lebar! "aduhh.. ga dewasa banget dah!". Agi ikut ngakak! saya tau banget selera Agi itu laki-laki mapan dan dewasa. ga maen deh sama yang gopean! =))

waktu itu ibu saya ulang tahun. beliau dapet sms doa panjang dari kakek. isi sms nya agak absurd menurut saya. di sms itu ngga ada doa untuk ibu saya, cuma doa panjang untuk calon menantu. saya sih udah tau arah isi doa itu. ibu senyum-senyum, saya mesem. ahh.. beberapa bulan lalu kakek berkunjung ke rumah (yang ini agak ajaib), terus beliau menuturkan doa yang sama. jodoh yang baik, jodoh yang baik lagi, dan semoga cepet kawin (amin deh kek)! mungkin kakek lupa umur saya, ngga tau cita-cita saya, dan status saya sebagai mahasiswa. saya maklum. beberapa menit kemudian, beliau bilang "jangan kawin cepet-cepet kamu! belajar dulu aja yang rajin!" beuh.. baru aja ni mau cari jodoh kek! *LOL*

neng Agi sering cerita impian-impian dia di hari pernikahannya kelak, pernikahan yang jadi angan-angan perempuan dewasa tanggung seumuran kita. Jangan jauh-jauh lah, ibu saya aja ngebet banget pengen ada hajatan di rumah. ckkckk.. tapi saya belum kepikiran tentang itu, saya masih duapuluh tahun, masih terlalu jauh kesana menurut saya XP

inikah yang selalu dibicarakan wanita dewasa (tanggung)? ngga jauh-jauh dari jodoh, masalah besar saat jomblo, nikah, nikah, dan nikah. walau agak keberatan sama stereotipe ini, tapi inilah wanita dewasa tanggung dan lajang (baca: belum merit). saya tetap tertarik menjadi wanita dewasa, punya pemikiran matang dan ngga kekanank-kanakan. selebihnya, wanita dewasa itu ngga cengeng kan? saya cuma pengen ngga cengeng lagi :)

jadi sudah dewasakah anda? *aiiihhh.. XP

Kamis, Juli 29, 2010

Kalau tak mampu berdiri, mengakulah tak mampu. Jangan berdiri pura-pura mampu, karna kakimu sendiri yang akan menjatuhkanmu.

Seperti saat kau melindungi dirimu dari percikan air, padahal kau sudah kuyup. Seperti bicaramu yang terlalu sengaja kau jaga, padahal kau sudah jauh tenggelam dalam kebohonganmu.

Juga untuk ketakutanmu yang sengaja kau tutupi. Kesalahan orang lain kau umbar untuk menutupi ulah konyolmu. Lalu apa bedanya kau dengan PENGECUT?

Sombong dengan berdiri diatas batu besar, padahal batumu kosong.. Bangga dengan ucapmu yang menggema-gema, padahal omongmu bohong.

Ingin tertawa. ya.. menertawakanmu!!

Jumat, Juni 25, 2010

kehilangan dan belajar ikhlas

Kehilangan sesuatu dan belajar ikhlas itu amat besar kaitannya.

Saya bersalah. sudah 2 handphone pemberian orang tua saya hilangkan! ahh.. hari ini kenapa begitu malang nasib saya. Hape raib dan satu mata kuliah "diberitakan" BL, alias belom lengkap!! aih.. hari ini kenapa panas sekali :'(

Masih segar dalam ingatan, pagi-pagi neng Agi ngirim sms "nten.. S*P kamu BL say!". Hati rasanya kebat-kebit ga karuan. Apa ni pagi-pagi udah ada masalah, masalah kuliah lagi, rasanya dengkul lemes kalo masalahnya itu masalah kuliah. Berasa pengen mati ketiban duren!

Neng Agi menyarankan untuk nelpon dosen. Dosennya bilang ada nilai yang belum masuk, padahal bisa saya pastikan saya udah nyetorin nilai saya ke KM, tapi mungkin ada kesalahan teknis. Saya pasrah dengan berurai air mata.

Masih di pagi yang sama dan waktu yang sama. Di meja biasa saya simpan charger hape, tiba-tiba kosong, ga ada bekasnya! Sembari marah-marah cari charger hape, sembari ngutuk-ngutuk nilai BL kayanya muka saya penuh dengan kerutan dan sangat jelek.

Sore harinya (jreng..jreng..jreng) apes belom abis, hape lowbat dicopet juga! Sengaja ditelponin hape saya itu, sama pelaku ga diangkat, eh.. malah ngirim sms belagak pilon nemuin tu hape dijalan. Saya minta balikin tuh hape, eh.. seenak bujelnya dia bilang "ah.. teu ah, sieun maneh bawa-bawa polisi"! Woy, ngaku nemu kenapa takut polisi? dasar copet amtir! *ngepet lu ah!!

Kayanya total -berapa kali saya mewek hari ini- ga bisa diitung jari. Saya terlalu sedih sama nasib saya hari ini. Semua orang bilang sabar. Tapi manusiawi lah saya belum bisa sabar + ikhlas, ilmu ikhlas saya masi cetek, secetek got!

Saya tinggal nunggu kapan rejeki itu datang. Rejeki hape yang lebih bagus. Padahal saya sengaja ga mau ganti hape karna saya punya niat buat minta barang yang lain. 'barang lain' itu ternyata masih bukan rejeki saya lagi.

Mau minta maaf buat Orang tua saya yang begitu ikhlas dengan kepergian hape. Mungkin mereka sedang mempertimbangkan hape baru untuk saya :D atau kapok dan tak akan pernah membelikan saya hape bagus lagi. oh..

Hmm.. saya masih bisa merasakan dinginnya keypad saat saya sentuh! huh.. saya coba lagi untuk IKHLAS.