Rabu, November 28, 2012

Blog dan Blogwalking

Kemarin ada yang mampir ke blog saya ini lalu komen via sms. Katanya, kenapa sih template blog saya ini sering banget diubah? Padahal yang kemaren pun udah bagus. Oke, begini jawabannya.. Saya itu rada bosenan dan sirikan. Kemaren-kemaren sempet blogwalking karena ga punya kerjaan dan nemu blog yang cakep-cakep banget. Respon? Sirik berat! Tapi ga bisa ngapa-ngapin karena selama ini template yang majang di blog saya adalah fasilitas yang dikasih blogger buat penggunanya. Mau dimacem-macemin kaya blog orang lain tapi ilmu HTML saya nol besar. Jadi wayahna punya blog minimalis seperti ini. Lalu, ngeliat tampilan blog kemaren itu kayanya mata rada sakit juga gitu karena tulisannya warna merah nyala. Saya ga punya alesan kenapa saya milih warna itu kemaren, cuma bagus aja waktu itu. Jadi selamat menikmati penampakan baru blog saya :)

Kenapa tiba-tiba ngomongin blog, Ten?

Iya nih, saya pengen banget ngebahas blog tapi bukan ngebahas tampilan, karena tampilan blog itu selera, jadi bebas aja. Masalah konten juga ga bakal saya bahas karena konten juga selera. Boleh humor, boleh serius, boleh ngaco, boleh bener.. Bebaskaaaannn!! :)

Jadi ceritanya saya punya teman. Dia aktif di blog, aktif sekali malah. Awalnya saya ga pernah tau dia seaktif itu di blog tapi suatu saat temannya teman saya itu mengomentari blognya via facebook plus mencantumkan link nya tersebut. Karena hobi  saya blogwalking, jadi, senang rasanya menemukan link blog. Saya buka blog itu dan berkelana bebas di blog itu. Blognya ini jadi salah satu blog yang sering saya kunjungi karenaaa... Isi blognya itu curhat masalah dia. Bagai menemukan situs gosip ya saya mengikuti terus cerita dia dan kadang-kadang larut juga dalam cerita dia.

credit: Mr. Pingu

Sebagai penikmat blog orang, saya ga pernah merasa berdosa baca-baca blog orang meskipun isinya curhatan. Sepemahaman saya sih blog itu dipost untuk dishare. Artinya blog itu bukan buku diary bergembok. Semua orang bisa tau apa yang penulis sampaikan atau penulis ceritakan.

Masalah bermula waktu saya menyapa dia di YM!. Waktu itu saya pengen banget ngobrol dan dia satu-satunya teman saya yang online tengah malam itu. Seperti biasa, karena dia teman lama, jadi saya tanya kabar, basa-basi busuk mengenai kerjaan dan kuliah. Semua ngalir seperti biasa. Saat itu juga saya baru selesai ngepost satu post di blog. Iseng-iseng saya nyodorin linknya dan suruh dia baca. Dia welcome sama permintaan saya ga berlebihan itu. Saat itu saya sengaja nyerempet blog dia. Saya cuma ingin menyampaikan kalau saya itu pembaca blognya. Tapi mendengar saya membaca blognya saja dia kaget sekali dan mungkin marah.

Dia bertanya heran, dari mana saya tau blognya itu, dan dia juga sebetulnya ga sudi blognya dibaca orang lain. Dengan jujur saya bilang, kalau saya dapat link blognya dari facebook. Dia mendebat saya, dia bilang dia ga pernah sama sekali mempublikasikan linknya kemanapun kecuali pada teman-temannya yang diperbolehkan membaca blognya saja. Tidak termasuk saya.

Seketika pusing -.-

Well, well.. Perbicangan sama dia waktu itu berakhir begitu saja. Mungkin dia kesal dan juga ga berhasil membuat saya berdosa udah baca blog dia. Saya ga menyesal baca blog dia karena blog bukan diary, blog itu tempat kita share macam-macam seperti social media lainnya. Ya, layaknya social media seperti facebook, twitter, path dan lainnya, kita bebas aja ko nge-share apapun termasuk wilayah pribadi (kalau mau) tapi kita sendiri yang punya aturan macam itu. Boleh nge-share, boleh juga tidak. Pengguna lainnya sih pengikut saja, boleh menikmati boleh juga mencemooh. Namanya juga dunia maya.

Beda kasus kalau saya sengaja nge-hack akun social media untuk cari informasi tetang orang tertentu atau ga sengaja menemukan diary orang lantas membacanya. Masalah saya pada blog dia itu tidak sama sepeti kasus yang saya bilang tadi.

Jadi, silakan bijak pada dunia maya ini. Silakan protect masalah pribadi dengan tidak membaginya di social media, kalau memang tidak mau wilayah pribadinya jadi konsumsi publik. Atau silakan bebas membagi wilayah pribadi di soscial media kalau memang perlu :)

Keep blogwalking asal tidak nyampah..

Akhirul kalam..

Salam blogger X'D

Selasa, November 27, 2012

TITIK MATA ARAH



Pelan-pelan kami merangkak ke dunia yang lebih nyata. Bukan di bukit, atau lautan. Tempat itu hanya terlihat titiknya, namun sangat jauh. Hanya titik kecil.

Kami mencari teriakan orang-orang mengucapkan selamat datang. Lebih dari mencari, kami mengharapkan terikan itu berteriak di telinga kami. Memekakkan kami.

Jika kami merangkak, sudah semestinya perjalanan ini sangat jauh, sangat lama, sangat melelahkan.
Semestinya, kami maju dan mendekati. Seharusnya, saat suara teriakan mereka terdengar, kami sudah  bisa berdiri lalu berlari. Nyatanya suara itu belum terdengar. Kami terjatuh, telungkup, mencium tanah.
Itu artinya, kami semakin jauh dari dunia nyata dan semakin terseret ke dunia yang tak jelas langit dan tanahnya.

Hujan, hujanlah.. Petir telah menyapa dan kini diatas tanah ini kami menunggu tetesanmu. Hilangkan dahaga kami, sapu peluh kami, basahi setiap luka tubuh kami.

Semua diantara kami terdiam, namun aku mulai tergugu. Ini buka episode baru dalam daftar panjang perjalan ini. Mungkin ini adalah bagian kedua atau ketiga dari setiap episode panjang ini.
Aku hanya menyesal telah berjalan sejauh ini. Akui kegentaranku, tapi hujan telah tujun, bukan saatnya aku berjalan mundur, walau seperempat jengkalpun.

Tak pernah ada luka yang benar-benar tertutup. Meski berdarah, rangkakan ini masih harus dilanjutnya. Demi titik jauh itu. Demi teriakan yang memekakkan telinga ini.

Bukan untuk bisa segera berlari, tapi untuk menyelamatkan diri dari dunia yang tak jelas langit dan tanahnya ini. Kami tak punya ilustrasinya...

Bandung, 17 September 2011, pukul  01:36

Cerita Tugas Suci

Lama ga ngepost. Lamaaa.. banget! Tadinya mau ngepost kegiatan selama di Singapura tapi, ngehe banget kalau baru diceritain sekarang. Basii! :))

Jadi ceritanya lama ga ngepos karena lagi ribet. Lagi sibuk sama tugas suci nan mulia itu (baca: skripsi). Ceritanya mau cepet-cepet, alias buru-buru ngejar bulan besok selesai, supaya bulan besoknya lagi bisa sidang. Tapi ya itu balik lagi. (Balik kemana?) Ke saya tentunya dan faktor X lainnya yang mungkin ga bisa saya cegah.

"Kenapa baru ribet sekarang? Kenapa baru sibuk sekarang?"

Ini pertanyaan bokap ini benar-benar menusuk kuping sekaligus hati. Well, saya ngaku, se-ngaku, ngakunya. Saya itu PROCRASTINATOR sejati! Nah, adanya kebiasaan ini emang rada menghambat, eh bukan.. menghambat banget malah, kerja saya menyelesaikan tugas suci ini. Memang parah, parah banget! Belum lagi persoalan ini-itu yang semakin bikin saya males ngapa-ngapain. Dan petaka itupun datang. Jreng, jreng jrengg!!!

Pagi, di meja makan, disindir masalah skripsi sampe cirambay beibeh! Langsung aja gitu bela diri, bilang skripsi saya sebetulnya selalu ada progress walaupun cuma 2% sehari. Itu luamayan buat ukuran saya yang moody ini. Abis disindir itu langsung semangat gitu? Ya ngga lah, malah sebel terus balik tidur. Mikirin lagi, kapan ini semua berakhir, tapi mikirnya tetap masih diatas kasur diiringi lagu-lagu cinta. Meh, ga ada yang berubah! Ya begini aja. Sendu, pilu, dan durjana. Saya masih mengutuk-ngutuk tugas suci itu. Pfftt..

Sampai akhirnya ketemu malam. Dapat tawaran kerja di tempat magang dulu. Seneng donk.. Tapi problemnya masih sama. "Saya belum lulus, bu.." sambil melas dan bermuram durja. Si ibu yang nelpon saya tadi cuma bilang, kalau saya langsung aja masukin surat lamaran dan cv seperti ngelamar kerja umumnya. Tapi kepikiran, mau ngapain kerja, kalau nanti PASTI tugas suci saya bakal terbengkalai. Logisnya sih gini, ga ada kerjaan aja ditunda, apalagi kalo punya kerjaan. Begitulah kira-kira.

GALAU! Saya lagi pengen banget punya duit agak tebel gitu di dompet monyet saya. Sedih rasanya itu dompet lebih sering diisi struk alfamart, dibanding diisi duit. Rrr..

Tiba-tiba aja gusi bengkak. Seperti biasa, saya sih santai karena udah biasa sariawan. Tapi ini sakitnya luar biasa. Setelah ngumpulin nyali selama seminggu, akhinya mampir juga ke dokter gigi. Dokter gigi ga banyak ngomong, cuma bilang "Ini sih harus dioperasi, saya rujuk ke bedah mulut ya..". Jadi begini, gigi geraham bungsu saya ini ga bisa tumbuh nomal karena space gusinya terlalu sempit. Ya.. hasilnya harus diperbaiki. Mungkin dioperasi disini itu maksudnya dicabut gitu ya.. Saya juga kurang ngerti, cuma denger beberapa pengalaman teman yang punya kasus serupa. Itu satu..

Yang kedua, masalah tangan. Udah lama ini ganglion bersarang di tangan kanan. Efeknya, sering pegel aja sih. Tapi kadang juga pegel banget. Jadi saran dokter ya ganglion itu diangkat aja lewat operasi. Mengkeret! Saya ga demen nih yang kaya ginian. Mau pingsan aja bawaannya.

Sebetulnya, dua masalah ini bisa aja ditindak secepatnya, tapi karena lagi-lagi nyali belum kekumpul, jadi si tugas mulia ini saya jadikan alasan. Anggap saja gini, kalau rumah lagi maintenance, pasti rumah berantakan, bahkan ada beberapa fungsi rumah yang mungkin saja ga berfungsi. Jadi kalau saya memutuskan untuk menindak semua keluhan badan saya tersebut, otomatis efeknya bakal mengganggu kerja saya nanti. Tapi begitu alesan saya initerlontar yang ada jadi masalah baru buat sindir-sindiran di meja makan.

"Skripsi kamu tuh malah jadi stopper tau ga? Mau sehat alesannya skripsi, mau kerja alesannya skripsi. Kalau skripsi kamu udah kelar dari kemaren-kemaren pasti kamu udah bisa lebih bebas, bisa ngapa-ngapain, begitu.."
Oke. Terimakasih atas saran membangunnya -.-
Saya bengong! Berpikir. Dan saya  begitu sadar, saya harus move on!

Inilah titik balik saya. Meskipun sangat terlambat tapi saya bangga sama diri sendiri. Kemarin bengongpun ternyata ada beberapa tulisan yang siap saya kirim ke majalah. Jadi hibernate bulan-bulan kemaren itu ga bisa dibilang ga produktif juga sih yaa :D

Jalan-jalan udah, sedih-sedih juga udah, galau juga sudah lewat. Sekarang saatnya untuk mempertahankan semangat itu sampai finish jalan yang ini dan mulai jalan baru.

Semangat semua :*******