Jumat, Juni 25, 2010

sedikit cerita di rumah sakit

keluar dari rumah sakit bagai menghirup udara bebas. istilah "menghirup udara bebas" emang terlalu lebay, tapi emang itulah yang bener-bener saya rasain sekarang. saya bersyukur ga harus berlama-lama di rumah sakit (walaupun hitungan 6 hari sudah termasuk lama), tapi setidaknya prediksi dokter saya harus 10 hari disana alias rumah sakit meleset. ayeyy!

selama di rumah sakit, rasanya air mata saya tak mau mengering. bukan karena sakit, lalu karena apa? nasib? ah.. begitu naif dan cengengnya saya! saya hanya berpikir kenapa Allah memilih saya untuk cobaan ini, padahal sayapun sedang melalui badai? apa karna saya begitu lemah, rapuh, dan cengeng sehingga inilah cara-Nya untuk membuat saya menjadi tangguh? saya ragu untuk melewatinya. saya bukan tak yakin untuk sembuh, tapi saya tak yakin bisa melewati ujian-Nya dengan baik. saya takut maksud Allah pada saya tak tepat sasaran. saya tau, ketakutan saya berelebihan.

hari-hari di rumah sakit akhirnya saya lalui juga. saya begitu merasa berdosa. saya banyak mengeluh, begitu tak sabar, dan begitu cengeng. saya malu! saya malu bukan pada suster atau pengurus rumah sakit yang lain karena terus-terusan menangis.tapi saya sangat malu pada Allah, saya malu pada saudara-saudara di daerah konflik yang lebih menderita dan lebih sakit dari saya. sakit saya belum ada apa-apanya dibanding peluru yang menembus kulit mereka. ah.. saya begitu merasa berdosa!

banyak orang mengibaratkan hidup itu sepeti perjalanan, dan saya setuju itu. anggaplah saya seorang musafir, saya juga akan lelah dan kehabisan stamina. kalau sudah begitu berarti saya harus beristirahat dan merebahkan badan. mungkin itu maksud Allah untuk saya. saya tak cukup istirahat dan lelah saya terakumulasi demikian banyak, akhirnya saya harus istirahat panjang. saya tersentil tapi tak sakit. saya malah tersenyum kecil, akhirnya saya bisa menghibur diri saya.



enam hari penuh renungan berharga. saya merasa dihargai dan dicintai Allah. Allah menghargai perjuangan saya (saya pikir begitu), Allah juga mengirim orang-orang baik untuk saya. Allah menolong saya, tak mungkin segenggampun Dia melepas saya, bahkan sebotol aqua yang barusan saya minum tak luput dari jangkauanNya. saya diangkat setinggi-tingginya untuk banyak belajar, belajar menghargai. ingat MENGHARGAI! bukan sekedar menghargai hidup sehat, tapi juga menghargai sakit. karna menurut saya, sakit itu juga punya banyak arti, bisa ujian yang berarti dosa-dosa kita lagi diangkat atau sakit itu azab (semoga sakit saya bukan yang ini) :D

manusia hidup dengan tubuh milik Allah, saya pikir Allah berhak dengan semua milik-Nya itu. jadi 'terserah' Allah akan diapakan tubuh ini. apakah manusia ikhlas dengan segala cobaan-Nya? cukupkah selama ini kita manusia menjaga titipan-Nya? lagi-lagi saya malu dengan pertanyaan saya sendiri.


#kupersembahkan untuk orang-orang BAIK kiriman Allah untuk saya, kedua orang tua saya, talita, afif dan ahmad yang kerepotan selama lebih dari seminggu ini. serta untuk orang-orang BAIK yang menyempatkan diri untuk menengok dan mendoakan saya. TERIMAKASIH banyak!

Tidak ada komentar: