
Beberapa hari yang lalu, Kaka (teman 1) nagih janji jalan-jalan ke dago pakar pada Alita (teman 2) dan mendadak sepakat akan melakukan perjalanan ke maribaya lewat dago pakar besok harinya (planning hari jumat, ngajak jalan hari sabtu). Saya ujug-ujug ditodong suruh ikut dan tanpa pikir panjang lagi saya setuju (saya bukan orang sok sibuk gitu loh XD)
Harus saya akui, jalan-jalan itu, massa yang banyak. Alesannya ya biar rame, Agak sanksi kalo perjalan kali ini akan menyenangkan, mengingat akan hanya ada tiga orang dalam perjalanan ini. Bahkan saya pikir akan jadi garing.
Berawal dari terminal dago (kali ini saya terlambat kumpul), kami sapakat mengawali perjalanan ini dengan berjalan kaki saja menuju gerbang dago pakar. Sampai di gerbang dago pakar, saya terpaksa membuang jauh-jauh kesanksian saya kalo perjalanan ini bakalan garing. Ternyata rumpian-rumpian segar ala perempuan selama perjalanan menuju gerbang tadi jadi bumbu-bumbu sedap mengisi perjalanan. Cerita kami yang sebenarnya dimulai dansemakin seru :DD
Ala perempuan! Sambil ngos-ngosan berjalan di trek penuh tanjakan, banyak hal yang bisa kita bagi. Mulai cerita tentang laki-laki, gosip dan semuanya yang sekiranya bisa kita bagi. Perjalanan semakin hidup, makin matap kami menapaki trek licin.
Ngga lengkap kayanya jalan-jalan ke dago pakar tanpa singgah ke goa jepang yang terkenal itu. Ngga bermodal apa-apa dengan sotoy nya kami masuk ke goa gelap gulita. Jujur saya takut, bukan takut dengan penunggu goa, tapi takut ngga bisa pulang XDD Mungkin inilah modal kami, sok kenal sok deket. Sepasang sejoli, asik-asikan menikmati gelapnya goa, sambil pegangan tnagan mesra, terpaksa kita ikutin supaya dapat cahaya dari senter yang mereka bawa. Mungkin risih diikutin tiga orang culun, akhirnya mereka meminjamkan salah satu senter milik mereka. Serasa ketiban rejeki, tapi ini sangat memalukan. Melihat ada setitik cahaya dari pintu keluar, kami menyudahi petualangan dodol dalam goa jepang :)
Habis rasanya energi yang kami punya. Modal sebotol aqua juga snack pemberian Alita, kayanya memang perlu kami mengisis energi lebih. Nongkrong di warung di tengah-tengah hutan. Rasanya gorengan itu makanan paling pas untuk mengisi energi. Gorengan, lontong, aqua, dan masih dengan gosip-gosip hangat menyelimuti istirahat kita kali ini.
Puas ngisi perut, waktunya melanjutkan perjalanan. Saya tak yakin bisa sampai maribaya. Menurut cerita jarak dago pakar sampai maribaya cukup jauh, tapi maribaya tetap tujuan awal, kita memang harus melewatinya. Sempat bercengkrama dengan curug ciomas akhirnya kita samapi di tujuan. MARIBAYA! Girang sekali rasanya, perjalanan panjang kita terbayar. Melepas lelah dipinggir sungai, membiarkan kaki-kaki kami terendam dinginnya air sungai (saya ga tau apa nama sungainya).
Habatnya (ya, menurut saya ini hebat), setelah beristirahat, memanjakan kaki dan sholat, kami kembali ke dago pakar dengan berjalan kaki lagi O.o Bukan main-main, kami mengahbiskan waktu setidaknya 8 jam dalam perjalanan ini. Awalnya kaki terasa aman-aman saja, tapi begitu keluar gerbang dago pakar, baru lah terasa nyut-nyut di kaki. Siap-siap calling tukang urut! :DD
Sepertinya acara-acara seperti ini wajib diteruskan bahkan dijadikan hobi. Lalu akan kemana lagi kita?? X)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar