Ketika kita tau apa itu yang
dimaksud dengan benar-benar cinta atau pujangga bilang cinta sejati, kita takkan membiarkan cinta itu lumpuh
tanpa sanggahan. Kita tidak juga merayakan cinta-cinta yang seharusnya bukan hak dan milik kita.
Cinta bukan letup-letup
kebohongan yang tampak megah lagi
menyilaukan. Atau gegap
sesak yang hanya kadang-kadang memberi rasa senang atau rasa nyaman padahal
palsu.
Cinta pada hakikatnya adalah menjaga. Menjaga kehormatanmu juga kehormatannya, menjagamu
agar tidak terjatuh kemanapun yang akan membuatmu sakit, terinjak, terluka
bahkan hina.
Cinta harusnya tidak norak, juga
kampungan. Cinta itu harusnya mewah dan elegan meski dibalut dalam pakaiaan
kesederhanaan. Lagi-lagi bukan karena gemerlap tipu dayanya tapi karena
kebermaknaan arti dan kesakralannya.
Cinta bukan cincin, mawar, dan
kata-kata mesra murahan yang gampang diumbar dengan sedikit makna, tapi doa
juga ketulusan hati pada setiap tatapan saat bertemu dan nama yang disebut kala
rindu.
Banyak orang salah kaprah. Suatu
hal yang menguatkan, disebut-sebut melemahkan. Cinta memang begitu lembut tapi
harusnya gagah, perkasa lagi kuat, yang tidak mudah membuat runtuh, membuat
hilang arah, membuat lupa akan yang benar Bukan lembek, cengeng dan memabukkan.
Semoga tidak ada lagi yang
terjerumus cinta palsu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar