Sabtu, Juli 30, 2011

Roman Ketiga

Cahya surya menyinari * menyirami sanubari * Kuterlena akan lagu * merdu senandung mendayu *Aku jatuh dan tak bangun lagi * tenggelam di rayuannya * Menerpa sgala angkara murka * padanya ku ‘kan setia.

[Lagu: Yusmario Farabi, Lirik: Aprilia Apsari, 2007]

[Aransemen Musik: White Shoes & The Couples Company]


Kamis, Juli 21, 2011

Rumah Baru

Udah lama ga ngepos hal-hal yang baunya lebih seger gitu ya.. Dari kemaren-kemaran ya ngeluh mulu, sebel mulu, keki mulu. Tapi setelah semester enam ini berakhir, permasalahan mulai hilang, eh, bukan hilang, tapi tertutupi oleh hal-hal baru yang bikin suasana lebih cair. Dan... (jengjengjeng..) tibalah saatnya KKN atau kuliah kerja nyata, saya pindah ke rumah baru dengan suasana dan keluarga baru. Saya pikir ini menyenangkan.

Seperti biasa, masalah terbesar saya adalah dalam berhubungan sosial. Saya terlalu lama untuk mengobservasi ke sepuluh teman saya itu. Awalnya, saya terlalu takut untuk memulai hubungan baru itu. Saya takut tidak sejalan dengan mereka, takut tidak diterima dll. Taoi di suatu saat yang lain, saya menemukan ada satu celah bernama peluang untuk bisa masuk bersama mereka. Saya coba dan saya berhasil! Saya buang takut saya, saya bisa hidup bersebelahan dengan yang lain dan ini benar-benar menyenangkan :D

Mulai dari kontrakan kecil kami yang hangat, dengan sebelas penghuni yang semuanya ramah dan menyenangkan. Berbagi kasur dengan enam teman-teman yang lain, masak untuk sebelas orang tiap empat hari sekali, mengantri kamar mandi kecil, ngasih makan binatang peliharaan kami, kangen rumah kontrakan saat ada di rumah bersama orang tua. Kesannya hebat, padahal ini baru hari kesepuluh.

Hmm..

Belum lagi suprise malam ulang tahun kemarin, meskipun sempet dikerjain sampe bikin saya ga betah dan pengen pulang, tapi sensasi suprisenya itu dapet banget (apa deh)! Hebat ya mereka.. Pokonya kalo dipikir lagi, KKN itu ga selalu buruk seperti apa yang dibilang kakak kelas. KKN itu bisa sangat menyenangkan, kalo kita mau..

Kamis, Juni 09, 2011

EGOIS

Biarkan saya menjadi orang yang egois dan apa salahnya menjadi orang egois? Bahkan setiap orang diciptakan dengan basic egois. Lalu, saya diam begitu lama entah dalam bentuk egois atau arogan? Satu hal yang berputar-putar di kepala saya adalah, perlukah berbicara pada orang yang tidak mau mendengar? Saya hanya membalas keegoisan dengan kegoisan lagi. Saya tau takkan ada yang menang, tapi kami akan kalah telak oleh keegoisan masing-masing. Perolehan yang adil bukan?

Selasa, Juni 07, 2011

Bagi-bagi Bahan Kuliah :D

Agak aneh sih kalo share bahan kuliah gini hari :D Tapi ya, dari pada ngga sama sekali, gimana mau bagus coba nilai nya. Yang penting usaha kan.. hehe..

Silakan klik disini Psikologi Lingkungan semoga bermanfaat dan selamat UAS :D

Mengacau

Saya tidak menangis untuk hal yang tidak penting. Kini saya benar-benar menangis. Saya menyesal berada dalam posisi ini. Andai saya bisa mengubah ini, saya tidak akan sesedih ini. Nyatanya, semua keadaan ini harus saya terima. Saya marah, tapi entah pada siapa. Tidak tau apa yang sedang saya pikirkan. Semuanya teracak dalam banyak wadah, abstrak dan tak berpola.

Saya benci dia, saya benci melindunginya! Di sisi lain, saya mencintainya, bahkan dengan seluruh hati saya. Itu artinya, di sis lain saya ingin melindunginya dengan tangan saya.

Tuhan menjawab kegelisahan saya. Semua terjawab tuntas dengan cara-Nya. Lantas saya tak bergembira, saya lebih dirundung duka. Lebih parah dari biasanya. Saya gemetar, saya perlu menyalurkan semua agresi saya. Ini luar biasa.

Saya ingin tidur panjang, lalu bangun dan semua sudah berubah. Atau saya ingin membawanya pergi jauh, menyeretnya dan mengurungnya dalam gua, berdoa panjang dengannya, berdua saja. Lalu kami kembali dan semua sudah berubah. Itu cuma angan saya. Cuma berandai saja saya bisa melakukan itu atau itu akan bisa terjadi, saya tidak akan secemas ini.

Atau membuangnya jauh, meninggalkannya di tempat yang jauh sambil berteriak "HEI, AKU SUDAH TIDAK PEDULI KAU AKAN BERSETUBUH DENGAN SIAPA, ATAU MEMBUNUH SIAPA SAJA ASAL JANGAN KAU MINUM DARAH IBUKU!"

Sial! Saya lumpuh dan tidak bisa melakukan apa-apa. Membawanya atau membiarkannya. Saya terlalu lumpuh, dan sakit. Saya ingin mengakhiri tanpa harus memulai apa-apa. Saya terlalu takut menghadapinya. Saya terlalu berhati-hati agar tak satupun orang terlukai. Bukan karena saya terlalu mengasihani diri saya sendiri.

-
-
-

Saya ingin pergi tanpa sisa luka yang lain. Maafkan saya, Bu..