Jumat, Oktober 28, 2011

GALAU U U U U :D

Di tengah galau ini #apadeh!

Bulan-bulan belakangan ini ga kaya bulan-bulan biasanya. Biasanya jadwal padat merayap kaya semut berjejer ngantri masuk lobang dan bulan-bulan belakangan ini -saya yang biasanya pecicilan- terpaksa banyak nganggur, banyak haha-hihi ga karuan. Alias ber-geje-geje jaya! Dengan sok-nya saya bilang ke orang-orang saya pengen deh sibuk kaya dulu. Eh, emang bener sih, mending sibuk beneran daripada sok sibuk kaya saya sekarang ini. Katanya sibuk skripsi tapi skripsi juga ga kegarap-garap :p

Terpaksa ya buang-buang energi ke tempat-tempat hiburan lagi. Karoke lagi, kokem lagi, mall lagi! Duit habis ga nyisa! Tinggal aja mungutin receh-receh di bawah kolong tempat tidur. Lumayan dapet enamribu perak buat jajan di alfamart. Sibuk pilih-pilih minuman dingin, dan sampe kasir nyengir "maaf ya mba, duitnya receh gini, abis bongkar celengan sih".

Kegiaan lain? hmm.. ngeceng cowo cakep kali ya. Awalnya ke perpustakaan cari-cari referensi buat skripsi (lagi-lagi itu). Tapi berhubung kurang minat liat-liat buku berdebu, lusuh dan tebelnya (amit-amit) bisa buat nimpuk anjing, jadi.. langsung aja keluar perpustakaan penuh dengan perasaan lega. Pas nengok jam tangan, ternyata saya ada di perpustakaan cuma 5 menit aja, sodara-sodara.. Sisa waktunya, siap-siap cari posisi paling asik di tangga masuk perpustakaan itu yang mirip tribun. Karna itu tangga emang bener-bener mirip tribun, jadi setiap ada orang yang lewat bisa keliatan dari situ. Hmm.. rejeki banget kalo yang lalu-lalang disitu agak seger :)

Pulang ke rumah, langsung nyalain PC sama nyolokin modem. Inet udah konek, langsung cek timeline twitter (nengok gosip, sodara..), buka fesbuk (tentu ngegosip juga, sodara) dan download apapun yang oke buat didownload :D

Sekian galau saya XP

Rabu, Oktober 12, 2011

Cinta Perempuan (Naif)

Seorang perempuan duduk di serambi, menikmati kopi panas, sambil terus diseruput. Kopinya menghangat dan semakin manis. Terus diseruput hingga hanya sisa ampasnya. Dia duduk saja sambil kakinya dilipat, mungkin sedang menikmati sisa hari atau sedang duduk diantara secangkir kopi dan kegalauan.

Perempuan itu sedang benar memikirkan sesuatu yang agaknya rumit. Keningnya mengernyit, dagunya ditopang oleh tangan dengan jari-jarinya yang panjang. Cukup lama terdiam dengan posisi itu.

Kekasihnya pergi dengan perempuan dari masa lalunya. Tanpa alasan, tanpa penjelasan.

Jauh dari pandangannya, ia melihat pria itu sedang tertawa dengan perempuannya di masa lalu.
Perempuan seketika marah! Memaki!
Jauh dari pandangannya lagi, ia melihat pria itu sedang mencumbu perempuannya di masa lalu dengan mesra.
Perempuan itu langsung menangis..

Naifnya, perempuan itu malah pergi mengejar mereka pergi. Semakin dikejar, pria dan perempuan di masa lalunya itu semakin jauh berlari.
Naifnya, perempuan itu masih mengharapkan dia yang pergi tanpa sisa cinta yang dulu pernah ada.

Semakin terlarut perempuan itu dalam bayangannya, semakin tersakiti, semakin sakit dan melemah. Hanya karena cinta yang tak berpihak padanya.

Jumat, Agustus 26, 2011

Percaya MESTAKUNG?

Kalau mau punya iPhone, coba beli casingnya dulu. Kalau udah punya casingnya, mungkin muncul perasaan harus punya iPhone. Semoga MESTAKUNG :D

Kalau badan lebar kaya kulkas, coba beli baju ukuran S. Mungkin kepikiran mubazir punya baju ga dipake. Semoga MESTAKUNG untuk kurus :D

Pengen keluar negeri, buat sekolah atau sekedar jalan-jalan. Coba bikin paspor dulu, malu kali punya paspor tapi ga pernah keluar negeri. Semoga MESTAKUNG buat beli tiket keluar negerinya :p

*MESTAKUNG = Semesta Mendukung

Cerita Sehari tentang Empat Puluh Hari






Empat puluh hari yang singkat, akhirnya berakhir juga. Mulai dari derai tawa, sampai air mata, pernah tumpah ruah disana. Belajar banyak hal lagi, bukan cuma sekedar menjalani program lalu pulang, tapi pulang dengan sejuta kenangan serta pelajaran untuk hidup yang lebih baik, mungkin.

Hawa KKN masih terasa sampai rumah, sepertinya berisik-berisik di rumah sangat berbeda dari berisiknya posko. Semua orang disana senang bercerita, tertawa dan berteriak. Semua orang senang bernyanyi :D

Dan di hari perpisahan, beberapa anak menangis, mereka sedih akan kami tinggal pergi, saya pun ikut sedih, tapi saya tidak bisa menangis, saya takut mereka semakin sedih. Mereka masih anak-anak.

Terimakasih atas cerita selama empat puluh hari yang berkesan, untuk Desti, Nia, Agus, Ade, Tri, Dika, Ramdhan, Sidiq, dan Dadan :D


Minggu, Agustus 07, 2011

Kehilangan dan Menemukan Sesuatu

Saya baru benar-benar sadar bahwa hidup itu seharusnya luar biasa karena ia singkat dan sementara. Saya juga disadarkan lagi bahwa liang kubur itu sangat dekat, mungkin hanya beberapa jengkal dari tempat kami berdiri. Lalu, apa yang bisa kami lakukan?
Setelah kepergian seorang sahabat yang juga teman perjuangan kami semua, saya semakin terenyuh untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang lebih banyak. Dengan hidup tanpa mengeluh, selalu berbagi dan membahagiakan orang banyak. Dan itulah mengapa kami hidup.

Tidak banyak mengeluh saat sulit, karena hidup itu memang terkadang rumit. Di saat kami mengeluh, tubuh kami akan meng-iyakan keluhan itu dan membuatnya semua menjadi kurang bermakna, namun saat kami tidak mengeluh, kami bisa menyikapi hidup dengan lebih bijak.

Berbagi dengan siapapun, karena sesungguhnya saat kami sedang membagi, kami tak pernah sadar bahwa kami sedang menerima sesuatu hal yang lebih besar dari apa yang kami beri. Di samping itu juga, saat kami memberi satu dari kelebihan kami, di sisi lain, kami akan menerima sesuatu untuk menggenapi kekurangan kami agar hidup kami menjadi lebih utuh.

Di saat kami tidak bisa melakukan apapun untuk membahagiakan orang lain dengan apa yang kami punya, sikap yang baik dapat membayar semuanya. Senyuman, perkataan, juga hati yang tanpa dusta, dapat menjadikan semuanya akan lebih berarti.

Dan sahabat yang kami itu telah benar-benar pergi meninggalkan kami semua yang menyayanginya. Dia pergi dan mengumpulkan kami semua di tempat yang tak terduga. Dia menginspirasi kami untuk melakukan hal baik yang telah saya jabarkan tadi. Selamat jalan sahabat, semoga kau tenang di sisi-Nya.