Saat penulis menyederhanakan frase agar tulisannya menjadi lebih indah, saya juga ingin mulai menyederhanakan sesuatu. Menyederhanakan cinta saya. Saya pikir cinta saya ini terlalu rumit untuk dimengerti. Bahkan mungkin tidak ada yang mau mengerti karena terlalu berbelit.
Menyederhanakan cinta dengan menerima cinta apa yang ada. Menerimanya dengan utuh tanpa pengecualian bahkan tanpa syarat. Dalam perjalanan menyederhanakan cinta ini, saya bukan bebas keluhan. Terkadang saya masih berharap ini-itu atau sesuatu yang besar bisa terjadi. Bukan ingin letupan penuh getaran tapi berharap cinta ini layak seperti yang orang lain lihat.
Biarkanlah kami tidak sama. Dan mengapa juga kita harus sama. Kita hanya perlu sesederhana itu dalam mencintai. Aku, kamu, dia dan kita semua menerima satu sama lain. Bukan hanya kekurangan tapi juga kelebihannya. Ya, saya terpaksa menukar kekurangan sebelum kelebihan. Coba renungkan, terkadang kita dibutakan kelebihan yang sebetulnya hanya melenakan mata tapi tidak memberi arti dan sebaliknya.
Menyederhanakan cinta bukan dalam rangka mengerdilkan cinta atau melebih-lebihkan sesuatu yang harusnya tidak ada. Cinta terlalu mewah untuk dirayakan dalam gepita. Menyederhanakan cinta dalam rangka memanusiakan manusia, bukan mendewakan.
Biarkan cinta itu sederhana namun utuh juga abadi.
Untuk ibu, ayah, lita, afif, ahmad dan dia yang namanya ada di lauhilmahfuz :)
Menyederhanakan cinta dengan menerima cinta apa yang ada. Menerimanya dengan utuh tanpa pengecualian bahkan tanpa syarat. Dalam perjalanan menyederhanakan cinta ini, saya bukan bebas keluhan. Terkadang saya masih berharap ini-itu atau sesuatu yang besar bisa terjadi. Bukan ingin letupan penuh getaran tapi berharap cinta ini layak seperti yang orang lain lihat.
Biarkanlah kami tidak sama. Dan mengapa juga kita harus sama. Kita hanya perlu sesederhana itu dalam mencintai. Aku, kamu, dia dan kita semua menerima satu sama lain. Bukan hanya kekurangan tapi juga kelebihannya. Ya, saya terpaksa menukar kekurangan sebelum kelebihan. Coba renungkan, terkadang kita dibutakan kelebihan yang sebetulnya hanya melenakan mata tapi tidak memberi arti dan sebaliknya.
Menyederhanakan cinta bukan dalam rangka mengerdilkan cinta atau melebih-lebihkan sesuatu yang harusnya tidak ada. Cinta terlalu mewah untuk dirayakan dalam gepita. Menyederhanakan cinta dalam rangka memanusiakan manusia, bukan mendewakan.
Biarkan cinta itu sederhana namun utuh juga abadi.
Untuk ibu, ayah, lita, afif, ahmad dan dia yang namanya ada di lauhilmahfuz :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar