Selasa, Desember 13, 2011
Berteman dengan Anang
Kamis, Desember 08, 2011
Random
Menghadapi episode-episode hidup ini. Kadang senang, kadang sedih, semuanya lumrah saja terjadi. Semua orang seperti duduk di bianglala, kadang diatas, kadang dibawah. Wajar jika saat saya senang, ada yang sedih, begitu sebaliknya. Ini hidup, semua orang punya peran yang harus diperankan. Antagonis juga protagonis. Ada yang punya tujuan tertentu tapi di tempat lain ada yang menghancurkannya. Kadang saya protagonis, tapi lebih sering jadi antagonis *ngomong apa sih?
Sedang bicara apa saya ini?
Saya sedang memerankan perang antagonis untuk hidup seseorang yang melibatkan bayak orang didalamnya. Saya mencoba bermain-main dengan keadaan yang seharusnya bukan lagi jadi area bermain saya. Mencoba menggagalkan satu misi lalu "cengengesan" pura-pura tidak bersalah *I-ni-a-pa?
Saya penjahat, terlebih saya itu pengecut!
Ini bukan drama sembarang drama. Saya bilang ini drama karena memang seperti drama. Alur ceritanya berbelit tak berujung, berkelumit, setiap terlihat ujungnya pasti akan bergerak menggulung lagi. Tak pernah habis! Dan saya pertegas, saya adalah pemeran antagonisnya. Harusnya, semua penonton membenci saya, dan sudah saya terima itu. Saya patut dibenci! Saya cuma penjahat dalam drama ini.
Besok-besok saya mau jadi sutradaranya, boleh?
#random -__________-!
Senin, Oktober 31, 2011
Blinded
Saya stop diri saya untuk berbicara hanya tentang saya. Saya sadar, saya tidak punya apapun kecuali yang saya miliki saat ini, itupun titipan yang tak banyak.
Saya stop diri saya untuk men-recall semua kejadian itu. Hal-hal yang membuat saya muak dan merasa terlanjur berdosa menjadi diri saya.
Saya semakin ingin meninggalkan tempat ini dan beralih ke tempat yang jauh. Jauh dari pandangan siapapun. Dari kacamata saya ataupun dari kacamata mereka. Saya sedang tidak ingin kami saling melihat.
Saya stop diri saya untuk berhenti merasakan sentuhan-sentuhan itu. Menutupnya dengan hal-hal yang bisa membuatnya mati rasa, seperti hilang.
Saya mencoba membuat mata ini lebih lama terpejam. Coba menghalangi pandangan saya dengan apa yang akan terjadi nanti. Saya takut dunia berputar tidak sesuai dengan harapan saya.
Saya merasa sangat egois saat ini.
Tuhan, saya pernah mengucap doa, Kau mengabulkan dan saya telah salah mengucap doa. Lalu boleh saya ralat kembali doa saya?
Saya hanya ingin pergi jauh..jauh..jauh.. Tak terlihat lagi.
Jumat, Oktober 28, 2011
GALAU U U U U :D
Di tengah galau ini #apadeh!
Bulan-bulan belakangan ini ga kaya bulan-bulan biasanya. Biasanya jadwal padat merayap kaya semut berjejer ngantri masuk lobang dan bulan-bulan belakangan ini -saya yang biasanya pecicilan- terpaksa banyak nganggur, banyak haha-hihi ga karuan. Alias ber-geje-geje jaya! Dengan sok-nya saya bilang ke orang-orang saya pengen deh sibuk kaya dulu. Eh, emang bener sih, mending sibuk beneran daripada sok sibuk kaya saya sekarang ini. Katanya sibuk skripsi tapi skripsi juga ga kegarap-garap :p
Terpaksa ya buang-buang energi ke tempat-tempat hiburan lagi. Karoke lagi, kokem lagi, mall lagi! Duit habis ga nyisa! Tinggal aja mungutin receh-receh di bawah kolong tempat tidur. Lumayan dapet enamribu perak buat jajan di alfamart. Sibuk pilih-pilih minuman dingin, dan sampe kasir nyengir "maaf ya mba, duitnya receh gini, abis bongkar celengan sih".
Kegiaan lain? hmm.. ngeceng cowo cakep kali ya. Awalnya ke perpustakaan cari-cari referensi buat skripsi (lagi-lagi itu). Tapi berhubung kurang minat liat-liat buku berdebu, lusuh dan tebelnya (amit-amit) bisa buat nimpuk anjing, jadi.. langsung aja keluar perpustakaan penuh dengan perasaan lega. Pas nengok jam tangan, ternyata saya ada di perpustakaan cuma 5 menit aja, sodara-sodara.. Sisa waktunya, siap-siap cari posisi paling asik di tangga masuk perpustakaan itu yang mirip tribun. Karna itu tangga emang bener-bener mirip tribun, jadi setiap ada orang yang lewat bisa keliatan dari situ. Hmm.. rejeki banget kalo yang lalu-lalang disitu agak seger :)
Pulang ke rumah, langsung nyalain PC sama nyolokin modem. Inet udah konek, langsung cek timeline twitter (nengok gosip, sodara..), buka fesbuk (tentu ngegosip juga, sodara) dan download apapun yang oke buat didownload :D
Sekian galau saya XP
Labels:
curhat maning
Rabu, Oktober 12, 2011
Cinta Perempuan (Naif)
Seorang perempuan duduk di serambi, menikmati kopi panas, sambil terus diseruput. Kopinya menghangat dan semakin manis. Terus diseruput hingga hanya sisa ampasnya. Dia duduk saja sambil kakinya dilipat, mungkin sedang menikmati sisa hari atau sedang duduk diantara secangkir kopi dan kegalauan.
Perempuan itu sedang benar memikirkan sesuatu yang agaknya rumit. Keningnya mengernyit, dagunya ditopang oleh tangan dengan jari-jarinya yang panjang. Cukup lama terdiam dengan posisi itu.
Kekasihnya pergi dengan perempuan dari masa lalunya. Tanpa alasan, tanpa penjelasan.
Jauh dari pandangannya, ia melihat pria itu sedang tertawa dengan perempuannya di masa lalu.
Perempuan seketika marah! Memaki!
Jauh dari pandangannya lagi, ia melihat pria itu sedang mencumbu perempuannya di masa lalu dengan mesra.
Perempuan itu langsung menangis..
Perempuan seketika marah! Memaki!
Jauh dari pandangannya lagi, ia melihat pria itu sedang mencumbu perempuannya di masa lalu dengan mesra.
Perempuan itu langsung menangis..
Naifnya, perempuan itu malah pergi mengejar mereka pergi. Semakin dikejar, pria dan perempuan di masa lalunya itu semakin jauh berlari.
Naifnya, perempuan itu masih mengharapkan dia yang pergi tanpa sisa cinta yang dulu pernah ada.
Naifnya, perempuan itu masih mengharapkan dia yang pergi tanpa sisa cinta yang dulu pernah ada.
Semakin terlarut perempuan itu dalam bayangannya, semakin tersakiti, semakin sakit dan melemah. Hanya karena cinta yang tak berpihak padanya.
Langganan:
Postingan (Atom)