Sabtu, Desember 11, 2010

Tentang Mati

Kita tidak pernah tau kapan mati itu menjemput. Apalah daya manusia kalau malaikat maut sudah siap mencabut nyawa, mungkin dia berdiri di kanan, di kiri, di kepala atau di ujung jari-jari kaki. Semua itu misteri. Orang mati tak pernah menceritakannya pada orang yang masih hidup.

Lagi-lagi kuberi tahu, mati itu misteri. Tak pernah ada yang tahu kapan ‘dia’ menjemput. Orang sakit lalu mati, orang terpeleset lalu mati, orang tertimbun longsor lalu mati, orang terseret banjir lalu mati, orang sedang mengendarai mobil lalu mati, orang sedang bergurau lalu mati, orang membaca lalu mati.

Nabi pernah bercerita, mati itu menyakitkan. Kesakitan saat mati yang teringat itu seperti badan yang disayat-sayat oleh pedang atau sakitnya seperti jarum-jarum yang menusuk kulit dan ketika jarum-jarum itu di tarik kembali, kulitnya ikut terbawa.

Entah cerita dari mana - yang menceritakan tak menyebutkan sumbernya- 40 hari sebelum mati, manusia akan ditinggal penjaganya. Hidup sendiri tanpa penjaga. Mungkin dibiarkan untuk menikmati hidupnya. Entah cerita dari mana lagi, ketika akan mati, dari tubuh manusia akan mengeluarkan senyawa yang ‘disukai’ kucing.

Nabi pernah bercerita lagi, saat manusia baru saja mati, sebenarnya arwahnya sedang ikut menangis bersama keluarganya. Ia juga ikut bergabung dalam rombongan pengantar jenazahnya, sampai akhirnya ia ditinggal mereka-yang mengantar jenazahnya- sejak tujuh langkah dari liang lahat.

Manusia tak pernah lepas dari masalah, bahkan saat matipun manusia dalam masalah. Beberapa hari lalu saya teringat cerita Nabi lagi. Beliau pernah mendengar suara tangisan manusia dari dalam kubur, Nabi diberi tahu Jibril bahwa manusia itu sedang dalam siksa kubur karena suka kencing sembarangan.

Katanya, kita tak perlu takut mati. Cemas atau tidak cemas dengan mati, manusia akan mati. Ternyata hidup itu memang abadi, tapi yang abadi itu, hidup setelah MATI

Senin, Desember 06, 2010

Sedikit tentang Lisa Halim


Baru kenalan sama Lisa Halim *he? Itu lho.. penyanyi sekaligus komposer asal Jepang yang keturunan Indonesia. Bapaknya orang Indonesia dari suku Bugis dan ibunya asli Jepang. Sekarang dia tinggal di Tokyo sama Ibunya dan menjadi warga negara Jepang.

Kemaren-kemaren ga sengaja nonton acara interview di TVone (ga tau nama acaranya apa), dan Lisa Halim ini yang lagi diwawancara. Katanya sih dia lebih seneng sama nama Indonesianya dibanding nama Jepangnya, bahkan dia merahsiakan nama Jepangnya. Lucu ya, di Indonesia malah banyak orang yang lebih seneng pake nama gaya dari nama Jepang dibanding nama Indonesianya. hehe.. Yah, bebas itu mah ya :D

Penasaran sama lagunya akhirnya saya ngedonload deh salah satu lagunya. Hmm, bagus sih suaranya, khas orang asia timur gitu.. *nyaiyalah. Waktu diacara tv itu, dia sempet disuruh nyanyi lagu Indonesia, dan dia nyanyi Bengawan Solo punya Gesang (alm). Ngekek deh saya, soalnya kocak banget. Beberapa vocab Indonesianya ditabrak jadi ga ada artinya :D tapi maklumlah ya.. namanya juga lagi bahasa asing, saya juga gitu kali kalo disuruh nyanyi Jepang XD

Ni saya share link salah satu lagu yang saya donload itu, siapa tau jadi penasaran juga sama Lisa Halim :)

Lisa Halim - Daddy

Sabtu, November 20, 2010

Mandi


Saya tak suka mandi, tapi saya cukup suka air- hujan, sungai, laut. Sehari- dua hari tak mandi mungkin tak ada masalah, bahkan lebih dari itu tak mandi belum jadi masalah sampai rambut tipis saya benar-benar lepek!

Adik-adik saya rajin mandi, ayah juga, apalagi ibu.. mereka beberapa kubik air untuk mandi dalam sehari. Kalau saya, cukup dua gayung di pagi hari juga dua gayung untuk sore hari. Cuci muka, cuci ketek dan sikat gigi! :P

Pagi hari saya duduk samping ibu saya, badannya bau sabun detol dan bedak bayi. Ibu baru selesai mandi, sedangkan saya sudah 2 hari belum mandi.

"kenapa belum mandi juga?"
"heumm.."
"mandi itu untuk kesehatan"
"aku tau"
"ibu aja sering mandi penyakitan"
"sakit ibu ga ada hubungannya sama mandi"
"tapi mandi itu memang buat kesehatan"
"oke bu"

Mandi untuk kesehatan. Tapi buat saya mandi untuk kuliah, untuk ngedate (kalo inget), untuk istirahat menjelang tidur.

Mandi. Lebih sering mandi kalo butuh keramas doank.

Mandi. Kata uwa, kalo rajin mandi bisa luntur kecantikannya (alibi orang-orang males mandi)

Mandi? Besok lagi lah!

sore di kampus




Belakangan ini saya harus menikmati sore hari di kampus, sampai bosan tetap di kampus.. Kuliah sampe sore, praktikum sore dan semua kegiatan sore..

Jumat, November 12, 2010

Oleh-oleh Kota Tahu :D


mampir ke gunung kunci



masih ada sisa-sisa kebahagiaan dari Sumedang