Malam berlalu, dan aku tak pernah bertanya apa yang terjadi ketika itu.
Cinta-cinta segulir malam, berputar begitu saja, siapa yang tahu siapa itu engkau.
Lihat cinta datang lagi, turun bersama purnama, pada sisinya jadi terang benderang.
Kapan kau datang lagi? Aku harap kau tak pernah kembali pulang.
Cintaku datang hanya ketika malam
Ketika bulu mata merapat seperti mengayam
Lalu aku duduk terbangun, bersila merapat.
Bersandar di punggungmu yang hangat.
Hai Tuan, siapa gerangan?
Aku hanya tahu ini cinta karena senyuman, juga genggaman.
Padahal cinta tak pernah sepolos itu
Kadang-kadang ada rindu juga cemburu.
Besok mau datang lagi kah di dentang pukul 12 malam?
Sayangnya malam ini terlalu temaram
Aku menunggumu hingga terlalu larut dalam pejam.`
Kau tak kunjung datang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar