Kamis, Mei 09, 2013

PHP

Buat anak muda jaman sekarang sih, PHP itu bukan bahasa asing lagi ya. Bahkan PHP ini sudah menjadi kata kerja dan kata sifat selain untuk subjek. Misal, "Eh, si kunyuk itu nge-php-in cewe yang kemaren kenalan di chatting itu lho.." atau "Siyal, gue di-php-in sama cowo itu!" Dan sebagainya..

Oke, karena beberapa pembaca blog saya ini ibu-ibu juga, jadi saya mau jelaskan sedikit apa itu PHP. Jadi PHP adalah sebuah singkatan dari Pemberi Harapan Palsu. Dari frasenya saja sudah pasti tindakan ini adalah tindakan kurang menyenangkan. Bahkan kriminil hehe.. Ya, ibarat orang bilang ini asli padahal palsu, kan bisa kena UU penipuan XP

Kebanyakan korban sih perempuan, tapi korban dari kaum laki-laki juga ga kalah banyak. Sebetulnya, korban PHP itu semacam dianggurin sekian lama setelah lama pedekate. Awalnya friendzone atau adik-kakak tapi lama-lama malah jadi bingung sama hubungan yang mau dibawa kemana. Boro-boro berharap mau hidup sehidup-semati, dipacarin aja ngga. Eaaa..

Jadi ingat kata Bang Napi, kalau kejahatan itu terjadi karena ada kesempatan, dan itu benar adanya. Saya sih yakin awalnya, para korban mau aja dirayu, (misalnya) sama laki-laki, dan itu semua karena ada kesempatan untuk merayu. Kemudian keasikan digombalin akhirnya berharap.

Saya pikir, PHP itu ga melulu salah lagi. Wajar orang merayu, dan merayu itu bisa saja untuk banyak (kemungkinan) kepentingan. Lalu, kenapa jadi merasa kecakepan terus berharap. Oke.. bahasanya saya perhalus, kenapa jadi merasa pantas untuk dirayu?

Iya, saya pernah muda, dulu pernah jadi korban PHP. Tapi ya, itu dulu. Jadi korban itu bukan menjadi orang yang patut dikasihani, justru merasa bodoh dan jangan sampai pernah terulang lagi.

Tidak ada komentar: