Cita-cita saya melanglang. Melanglang kemana saja. Pergi dengan harapan, lalu pulang dengan menang. Saya mencoba untuk menguji mental saya, terakhir kalinya, saya mendapati diri saya begitu lemah, begitu tak berdaya. Inikah modal saya untuk pergi? Saya rasa jauh dari cukup :)
Saya hanya ingin pergi ke tempat jauh, tak kenal siapapun, kecuali diri saya. Berjalan bersama angin, hidup dengan air, lalu pulang dan pergi lagi.
Kenapa serius banget sih? :))))))))
Ceritanya lagi sirik sama banyak temen yang udah move on dari perkuliahan jenjang S1 alias udah pada lulus bokkk! Anak mana yang ga mau cepet-cepet lulus, saya pun mau banget. Cuman, saya menyadarkan diri lah, bahwa tidak semua perjalanan harus mulus kayak jalan tol (bukan mencoba ngeles ya, sodara) XD
Jadi, saya hampir setahun bergulat dengan skripsi. Skripsi saya itu mirip-mirip cerita sinetron yang maksa harus ratusan episode, padahal beberapa episode saja cukup. Ya mulai dari konten skripsi yang masalah, masalah diri sendiri dan lain-lain. Masalah terbesar ya masalah dari diri sendiri sih :p
Tapi inilah adanya..
Saya terbiasa sibuk diluar, ya kerja, ya kuliah, ya tugas, ya main. Tapi sejak hilang beberapa rutinitas itu, saya seperti hilang kaki yang membuat saya bergerak. Hasilnya, semangat hilang dan hampir 100 jam dalam seminggu saya gunakan untuk ongkang-ongkang kaki di rumah. Masalahnya bukan cuma itu sih, konten skripsi yang terlihat berantakanpun jadi males buat ditengok. Habislah semangat saya. Dan sindiran sana-sini bikin mood tidak baik.
Ya, saya emang moodi untuk segala urusan. Saya gampang terpengaruh dengan hal-hal yang seharusnya bisa saya kendalikan dengan mudah. Hmm.. saya emang bermasalah besar dengan hal-hal ini. Juntrungannya malah jadi ga jelas dan bikin saya kelabakan saking bingungnya -_____-
Masa inkubasi!
Ya, saya emang ratu ngeles, maka mari kita namanya fase ini dengan nama yang keren, yaitu masa inkubasi (sebetulnya istilah ini juga minjem dari istilah orang beken). Setelah lama saya berdiam diri, ongkang-ongkang kaki selama 100 jam dalam seminggu, akhirnya saya lebih mengenal diri saya. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang telah diberikan alat gerak yang sangat spesifik dan sempurna, maka saya tidak boleh dan tidak akan pernah lagi diam. Diam hanya membuat saya jengah dan akhirnya menikmati kediaman.
Setelah fase inkubasi itu, saya seperti virus-virus yang melayang-layang di dunia yang hangat. Saya menemukan tempat saya lagi. Hal yang saya butuhkan tidaklah muluk, saya hanya butuh sibuk! That's all! Entah mengapa saya baru merasa kenal dengan diri saya :))
Lalu saya putuskan untuk segera move on. Ya, bergerak pindah ke kondisi ternyaman saya (baca: sibuk), saya mulai bekerja lagi, gerah lagi dengan skripsi dan coba panas dengan dunia yang manas-manasin saya. Bergerak itu tidak cukup, saya juga harus pergi keluar dari zona aman. Ya, saya rasa idealnya memang harus keluar dari zona aman. Itu idealnya, meskipun saya ga idealis-idealis amat :X))
Itulah mengapa saya ingin melanglang ke tempat yang jauh. Kemanapun, asalkan tempat yang jauh. Semoga tak hanya pikiran saya yang melanglangkan (karena ini memang rutinitas saya), tapi juga raga saya. Saya begitu ingin pergi ke tempat yang jauh, bukan hanya untuk pelesir, tapi juga untuk menjajaki mimpi. (Hehe.. saya ingin belajar (: )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar