Rabu, September 24, 2008

ada yang baru

Ntah ini blog keberapa. Saya suka nulis, bercerita tentang saya, dan smua yang ada disekitar saya. Alesan saya nge-blog? Yaelahh, pliss deh bow!! Awalnya memang saya seorang follower, ngikutin beberapa temen yang punya blog. Jadinya saya denag tak tau dirinya ikut2 menjadi blogger, walaupun belum sejati. Finally, saya punya jawaban kenapa saya punya blog. Saya pengen ada sesuatu yang saya tinggalkan nanti. Apapun bentuknya. Byarpun saya males ngapdet, tapi saya usahain rajin lah. Di blog-blog sebelumya, karena saya males apdet, jadi saya harus daftar ulang byar bisa ngeblog kagi. HHahaayy. Saya juga udah lupa paswordnya. Dan pilihan saya jatuh kesini. Ngeblog di blogspot.com. Sebelumnya, ini tentang saya dulu.

Tentang saya, kemarin, sekarang dan besok.

Semua saya dengar dari beliau, ibu yang melahirkan saya. Saya lahir di Yogyakarta, tepatnya di RS. Muhammadiyah, pada hari Jum’at Wage, tanggal 20 Juli 1990. Oh ya, nama saya Tenthree Nisa Utami. Kata semua orang nama saya terbilang unik dan jarang ditemukan.. Well, inilah arti nama saya. Ten yang berarti sepuluh dan Three yang berarti tiga. Saya terlahir sebagai anak perempuan dan sebagai cucu ke 10 dari nenek pihak ibu dan cucu ketiga dari nenek pihak ayah. Jadi jelas sekali nama saya sepuluh-tiga. Inget! Bukan tiga belas, karena di nama saya tidak ada penjumlahannya. Weeww!! Masih kata ibu saya, saat saya lahir ada insiden yang paling mengejutkan (lebayyy), waktu itu air ketuban ibu saya sempet saya minum (keminum maksudnya), yang mengakibatkan saya ngga nangis beberapa menit setelah lahir (keselek kali ya, boww!!)

Beranjak anak-anak, saya juga tumbuh seperti anak-anak pada umumnya, saya suka main bola, main sepeda, main masak-masakan, manjat pohon, bertingkah aneh dan mengungkapkan kata-kata konyol. Namanya juga anak-anak! Hal konyol yang pernah terjadi waktu saya kecil. Suatu hari terjadi percakapan gila antara saya dan ibu saya. Ibu saya bertanya “Kak, siapa coba Presiden Amerika?”. Saya menjawab dengan gaya sok tau dan penuh ke-belagu-an-nya. “Flinston…”.
“Flinston? Presiden jaman batu kali, kak?” Ibu saya membalas.
“Haahh? Emangnya siapa?” tanya saya dengan penuh bingung dan ketololoan mendalam.
Hehee. Maklum sodara-sodara, anak kecil suka rada eror kupingnya, Clinton malah jadi Flinston.

Eniwei, saya sempat tinggal di beberapa kota, Jogja, Makassar dan Manado. Jadi menurut saya, karena saya selalu berpindah-pindah tempat, maka saya tumbuh menjadi anak yang mudah beradaptasi dan mudah bergaul. Ya..pastinya bergaul layaknya anak-anak bocah pada umumnya. Rada aneh dan ngga make sense!! Kata orang-orang saya orangnya supel, tapi kesan pertama orang lihat saya, pasti mereka menilai saya orangnya rada judes, kaku dan susah diajak bergaul. Anehhh!!

Beranjak dewasa. Kelakuan saya tidak banyak berubah, masih aneh, masih rada gila dan masih suka berfikir tolol. Tapi saya suka menjadi orang dewasa. Lebih banyak hal yang bisa saya lakukan, lebih asyik dan lebih berwarna. Apalagi semenjak masuk dunia perkuliahan. Walaupun mayoritas orang-orang bilang masa SMA lebih seru, sampai ada slogan salah satu acara khusus anak SMA, Do not underestimate the power of putih abu-abu, tapi buat saya, dunia kuliah jauh lebih seru dan lebih menantang. Hhahaa. Soalnya masa SMA saya memang sangat putih abu-abu, terlalu biasa dan kurang berkesan. Contohnya, hari-hari saya yang penuh cobaan. Pagi-pagi saya harus berangkat sekolah, berhubung bangun selalu kesiangan, jadi motor belum sempat dipanasin sudah langsung berangkat. Sampai di sekolah pasti kesiangan, alasan yang jadi “lagu lama, kaset baru” sudah tidak mempan lagi, walhasil disuruh cabut rumput atau nyikat WC, dikelas pasti tidur kalau ngga baca novel. Pulang sekolah langsung tidur, ngerjain tugas atau PR sekitar jam 1 malem, soalnya nonoton Romantc Prince dulu jam 12 malem, nonotonin si Wu Zhun yang teramat ganteng itu ber-akting, sebelum itu pasti telepon-teleponan sama temen untuk bergosip ria. Besok pagi terulang lagi, lagi, dan lagi. Jadi, dimana bagian serunya? Hallahhh..

Saya yang telah dewasa ini. Tetap freaky, ngga bisa diam, banyak omong dan susah diatur. Anak 18 tahunan yang secara keseluruhan, masih mencari jati diri. Sebenernya sulit buat saya mencari jati diri, karena saya sendiri masih bingung apa itu jati diri.

Cara saya memandang hidup,. Saya masih sedikit bodoh kalau dihadapkan pada sebuah masalah. Masih suka jadi The Queen of Drama Queen (baca : terlalu membesar-besarkan masalah) sama setiap masalah. Tapi mulai sekarang saya akan belajar, bagaimana cara saya untuk bisa lebih bijaksana sama semua masalah yang saya hadapi. Dan buat saya saat ini, saya harus bisa jadi lebih dewasa, lebih bisa memahami orang lain dan lebih memiliki pandangan luas tentang arti hidup yang sebenarnya. Apalagi saya sekarang sudah menjadi seorang mahasiswa.

Saya bukan seseorang yang pintar berbicara tentang agama atau orang yang sangat bijak dalam menilai hidup, tapi ada satu nilai yang akan selalu saya tanamkan pada jiwa saya. Saya harus banyak bersyukur dengan segala sesuatu yang telah Allah berikan pada saya. Agar setiap pemberianNya bisa berguna untuk saya pribadi dan orang lain. Saya bersyukur menjadi diri saya, saya tidak akan pernah menyesal telah dilahirkan sebagai Tenthree. Walapun terlalu banyak kekurangan yang saya miliki.

It’s me, no matter what you say and I really love myself. Saya harus bisa jadi diri saya sendiri. Perjalanan saya masih terlalu jauh untuk menjadi diri orang lain. Apapun dirimu, jadilah diri sendiri, karena pasti ada sebuah kekuatan yang sebenarnya bisa kamu rajai.

Tentang cita-cita saya, saya ingin jadi orang yang berguna, saya ingin jadi pengganti brand-nya Kak Seto, sebagai psikolog anak. kalau bisa…! Heumm, doakan saja.

Tidak ada komentar: